
Selasa (13/08) aula SMP Negeri 4 Denpasar terasa semakin sesak. Di area panggung terlihat puluhan orang yang sedang duduk diposisi ternyamannya dengan sebuah meja lipat di hadapannya. Matanya lurus kedepan memperhatikan sosok pria paruh baya yang berada di hadapan mereka. Ada apakah?
Rupanya orang-orang makin tertarik datangi acara Denpasar Bookfair 2019. Terbukti dengan jumlah pengunjung yang meningkat dihari kedua dibanding hari Senin kemarin. Mentari bahkan belum menunjukkan seluruh sinarnya, bahkan langit sedikit kelabu pagi ini tapi hal itu tidak menjadi kayu penghalang bagi para pengunjung. Sebagian pengunjung hari ini terlihat sibuk mengitari gedung bernuansa hijau sementara sisanya duduk manis diatas karpet biru. Sorot matanya mengarah ke sesosok laki-laki dengan celana jeans dan kemeja putih. Sosok itu adalah Kadek Jango Pramartha atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Jango”, seorang kartunis handal yang menjadi pengisi acara pelatihan karikatur pada Denpasar Book Fair 2019. Laki-laki yang bertanggung jawab di balik kesuksesan majalah Bog-bog ini tak hanya sekedar berbicara mengenai karikatur, dirinya juga langsung mempraktekan teknik-tekniknya.
“Membuat karikatur itu tidak hanya memerlukan hasil gambar yang bagus, tapi juga harus memiliki makna yang mendalam,” ungkap yang akrab disapa Jango mengingatkan para peserta pelatihan. Pembawaan materi pelatihan yang santai, membuat peserta lebih mudah untuk menangkap ilmu baru yang diberikan. 1 jam berlangsungnya pelatihan, tak ada yang menunjukkan mimik wajah yang tegang. Bahkan di sela-sela menerima pengetahuan barunya, mereka terlihat tertawa akan lelucon yang dilontarkan. Peserta pelatihan dan lomba karikatur tahun ini diikuti oleh 73 peserta dari tingkat SMP dan SMA/SMK Se-Provinsi Bali.
Tepat pukul 11.00 WITA, ketegangan mulai terasa. Peserta sudah mulai untuk mengeluarkan ‘jurus’ mereka. Selembar kertas putih dan pensil sudah mulai bergerak diatas meja lipat kecil yang dibawanya dari rumah. Jari-jari lentik mereka pun mulai berkeliaran di atas kertas putih nan polos tersebut, ya para peserta sudah mulai untuk menorehkan ide dan kemampuan mereka dalam dunia karikatur. Durasi menggambar 1 jam 30 menit memberikan tantangan tersendiri bagi para kartunis muda ini. “Tema karikatur kali ini Ragam Sikap dalam Meneguhkan Indonesia,” tutur Ni Made Putri Deswita Andriani selaku Panitia Pelatihan & Lomba Karikatur. Melalui tema tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan rasa kecintaan generasi muda terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) serta dapat menumbahkan sikap toleransi ditengah keberagaman yang dimiliki masyarakat Indonesia. (sa/dyt/ade)