
“Puan!” lagi-lagi nama gadis berkuncir satu itu disebut di dalam ruangan Workshop SMA Negeri 3 Denpasar. Dengan sigapnya gadis yang menjadi ketua acara tahunan Madyapadma ini menghampiri kawannya.
“Life is only as good as your mindset,” begitulah motto sederhana yang selalu dipegang teguh Putu Puan Maharani selama menjalani hari-harinya. Kaos putih bertuliskan kata “Presslist 10” dipadukan dengan rok biru kebanggaan Trisma membalut tubuh mungil wakil ketua II Madyapadma Journalistic Park. Manik matanya sibuk memperhatikan seisi ruangan. Raut wajahnya terlihat begitu serius sembari duduk di atas kursi abu-abu, awasi jalannya gladi bersih event yang telah dinanti-nanti jurnalis muda seluruh Indonesia.
Denpasar, 25 November menjadi hari istimewa bagi pasangan I Wayan Swastika dan Mas Fuji Himawati. Pasalnya putri pertama mereka akhirnya lahir lengkapi keluarga kecil mereka. Gadis yang gemar makan ini tumbuh menjadi sosok yang penuh tanggung jawab. Sebelum mengenyam pendidikan di bumi Trisma, Puan menempuh pendidikan menengah pertamanya di SMP Negeri 9 Denpasar. Sebagai seorang siswa yang cukup aktif di sekolah, tak lengkap baginya jika tak menyumbang sederet prestasi untuk sekolahnya. Sejak duduk di bangku SMP, gadis pecinta lemon tea ini telah terjun di dunia jurnalistik. Terbukti dengan berbagai prestasi yang di raih gadis berzodiak sagitarius ini. Mendapat juara kedua pada lomba majalah di Presslist 7 tahun 2016 misalnya. Siapa sangka gadis mungil yang dulunya hanya menjadi peserta Presslist kini malah menjadi bagian dari Presslist sendiri bahkan menjadi Ketua Presslist yang ke-10.
“Dulu waktu aku jadi peserta itu orientasiku kayak hasil,hasil, dan hasil. Setelah jadi ketua panitia, aku jadi nyadar ternyata itu susah dan kakak-kakaknya hebat bisa bikin acara presslist kayak gini,” tutur anak pertama dari tiga bersaudara ini. Menjadi ketua di acara tahunan Madyapadma ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Puan meneceritakan bahwa awalnya terdapat tiga kandidat. Hingga akhirnya gadis dengan rambut sebahu itulah yang terpilih. “Pas kepilih aku berpikir tugasnya bakalan berat. Tapi aku jalanin aja karena ada teman-teman yang lain yang akan bantu,” ungkap gadis bergolongan darah B. Puan juga menambahkan bahwa selama persiapan pasti terdapat lika-liku di dalamnya terutama saat menyiapkan segala perlengkapan. Madyapadma kerap kali kekurangan “orang” untuk membantu tim perlengkapan. “Semoga presslist 11 nanti lebih bagus dari presslist sepuluh yang sekarang. Persiapannya juga harus dari jauh-jauh hari,” tutup Puan di akhir wawancara. (dyt/ade)