H-1 Presslist 10

Tampak dari kejauhan tumpukan corak warna warni buku menghiasi satu sudut Ruang Workshop SMA Negeri 3 Denpasar. Tak hanya itu kumpulan botol bekas yang menjadi ciri khas Barbek (Barang bekas) Madyapadma itupun dipilih menjadi salah satu konsep sederhana yang seolah menjadi pemanis rentetan hasil karya jerih payah peserta Presslist 10.
Ruangan yang biasanya tampak sepi sunyam tersebut kini perlahan mulai terisi disetiap sudutnya oleh berbagai bahan perlengkapan penunjang panggung dan pameran hasil karya peserta Lomba Koran Dinding dan Lomba Majalah di Presslist 10. Hingga kini Kamis, 08 Agustus 2019, persiapan terhitung sudah mencapai 60%. Hal ini diakui oleh Ida Bagus Krittin Wittaka (17). “Konsep Presslist 10 ini sangat sederhana berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena memang rangkaian kegiatan Presslist 10 ini dipilih panitia hanya pengumuman pemenang saja,” ungkap salah satu panitia Presslist 10 & Denpasar Book Fair. Yang akrab disapa Awin ini juga menuturkan bahwa konsep Presslist 10 yang diselenggarakan Madyapadma Jouralistic Park – SMA Negeri 3 Denapasar ini memiliki acara lanjutan yaitu Denpasar Book Fair namun dalam segi penyelenggaran acara lanjutan tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Madyapadma bersama Pemerintah Kota Denpasar. “Diskusi awal sebenarnya panitia Presslist memiliki rangkaian acara yang banyak , namun karena kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya acara tersebut dipisah, dan konsep inti mengenai ‘Festival Buku’ dibawa ke acara setelah Presslist 10 nanti,” terangnya dengan serius.
Bahkan H-1 Presslist 10 ini berbeda dari H-1 Presslist tahun-tahun sebelumnya. Mengingat acara Presslist 10 nanti hanya berinti pengumuman pemenang saja, persiapan mereka dalam acara Presslist 10 terbilang minimalis selaras dengan konsep acara yang dibawakan. Hal itu tersirat dari upaya yang dilakukan dalam menggarap Presslist 10 yang berbeda dari acara lanjutan Madyapadma tersebut. Terbilang tidak sedikit anggota Madyapadma yang fokus tugasnya lebih terasa untuk rangkaian acara Denpasar Book Fair. “Dari awal fokusku lebih ke arah Denpasar Book Fair sih, karena nanti bidangku ada peluncuran jadi harus mempersiapkan dengan matang,” ujar Ni Made Karina Savitri, Steering Comite bidang Database Presslist 10 & Denpasar Book Fair. Walaupun fokus tugasnya terbagi antara mengurus Presslist 10 dan Denpasar Book Fair ini, mau tidak mau membawanya tetap menjalankan kedua emban tugas tersebut. “Ya karena ini acara garapan bersama, ya harus capek bersama engga boleh ngurus kepentingannya sendiri, setidaknya turut berpartisipasi bantu-bantu sedikit ya bolehlah,” celetuknya.
Adanya kedua acara yang digarap Madyadpadma secara bersamaan tersebut membawa pesan tersendiri bagi yang akrab disapa Karina. “Ya, karena besok sudah Presslist 10 jadi fokus sepenuhnya dipindahkan ke Presslist dulu, habis Presslist 10 dan Denpasar Book Fair sudah selesai boleh bebas ngurus kepentingan pribadi,”pesannya dengan senyum. (sa)