H-2 Presslist 10

‘Grekk grekk grekk’ terdengar suara gesekan gergaji yang dipegang oleh pria berbaju batik trisma tersebut. Tekstur kayu yang kasar dan berukuran panjang 2 meter itu membuat pria tersebut kesulitan untuk memotongnya. Siapakah dia?
Ya, Angga Surya bersama tiga rekannya itu terlihat kesulitan untuk memotong juntaian kayu bertekstur kasar tersebut. Tidak hanya satu atau dua kayu saja yang harus di bentuk sesuai ukuran yang diinginkan, namun kini (07/08) tampak dari Ruang Work Shop SMA Negeri 3 Denpasar, tumpukan kayu, alat perkakas menghiasi sudut ruangan tersebut. “Iya ini kita lagi mau motong kayu, terus nanti kayu yang udah dipotong bakal dibentuk sesuai desain yang udah kita buat,” ujar salah satu anggota Panitia Presslist 10 bidang Perlengkapan dan Dekorasi. Pria berkaca mata itupun juga menuturkan keluh kesahnya dalam mempersiapkan Presslist 10 yang terhitung menuju 2 hari lagi. “Tadi dikelas aku mau dispen untuk mempersiapkan ini sempat engga dikasih, tapi untungnya setelah aku jelasin ke guru yang ngajar akhirnya dipermaklumkan,” celetuknya.
Usut punya usut, kendala tidak hanya hadir dalam mempersiapkan Presslist 10 seperti mendekorasi, membuat berita mengenai acara, dana dan dari sudut dalam lainnya. Namun, adanya Presslist 10 ini membawa pendapat mendukung hingga tidak mendukung. Pendapat mendukung diungkapkan oleh Ni Made Karina Dwitya Savitri (17). “Sampai sekarang sih, orangtuaku masih aman-aman aja, engga ngelarang aku untuk ngurus Presslist 10,” ungkap yang akrab disapa Karina. Dilain sisi, pendapat berbedapun hadir dalam Made Bagus Krisna Wirantha (17). Pria bertubuh jangkung ini menuturkan bahwa adanya keberatan dari orangtuanya dalam mengurus Presslist 10 ini. “Jujur, aku sering dimarah gitu soalnya sering pulang malam ngurus video buat penutupan Presslist 10,”sedihnya. Ia juga menambahkan bahwa pengaruh sudah menduduki kelas 12 menjadi faktor dilarangnya. “Ya, mama sering ingetin udah kelas 12 harus fokus belajar bukan ngurus acara, karena tugas siswa itu belajar disekolah. Tapi syukur banget mama bisa ngerti karena ini acara penting,” paparnya dengan senyum.
Terlepas dari hal tersebut membawa harapan tersendiri bagi yang akrab disapa Krisna ini dalam kelancaran acara Presslist 10 nantinya. “Terutama sih semoga aku bisa menyelesaikan tugas bidangku yang berpengaruh dalam Presslist 10 dan kalau bisa sampai H-1 besok jangan sampai nginep disekolah untuk ngurus ini,” harap Steering Comite bidang Film Presslist 10. (sa)