
Karikatur, sebuah gambar yang tak hanya memiliki estetika. Tetapi juga memiliki etika serta mampu menggelitik pembaca. Melihat bakat gambar dari remaja yang bernaung di bawah nama Madyapadma, membuat sebuah ide cemerlang terlintas. Apakah itu?
Ya, Madyapadma adalah ekstrakurikuler jurnalistik, karikatur bukan suatu hal yang asing lagi. Karikatur dapat dikatakan sebagai pemanis di tengah hangatnya tulisan yang dibuat. Karikatur dapat dengan mudah ditemui. Di dalam koran dinding misalnya. Tak lengkap rasanya apabila karikatur tak turun tangan temani sederet tulisan yang ada. Seperti sayur tanpa garam, karikatur memiliki peran penting tersendiri tuk menarik perhatian pembaca. Bukan ratusan kata yang pertama kali menarik mata namun sebuah gambar penuh warna yang mampu menjadi perhatian. “Menurut saya karikatur itu memiliki banyak pesan yang ingin disampaikan oleh sang pembuat, entah itu memiliki maksud untuk menyindir ataupun hal lainnya. Apalagi banyak orang yang suka malas membaca banyak tulisan, dengan adanya karikatur maka sebuah pesan tetap bisa tersampaikan kepada penikmat,” ungkap Ni Made Yani Savitri Devi (16) selaku wakil ketua Presslist 10 sekaligus steering committee penerbitan buku karya Madyapadma. Yang akrab disapa Yani sendiri juga mengaku bahwa dirinya tertarik dengan karikatur. Baginya karikatur bukan hanya gambar biasa namun memiliki makna yang mendalam disetiap goresannya. Tak hanya Yani, masih banyak remaja dibawah naungan Madyapadma Journalistic Park yang memiliki ketertarikan dan bakat dalam karikatur.
Sebuah ide cemerlang terlintas. Melihat bakat yang dimiliki anggota Madyapadma lantas munculah tekad untuk membuat sebuah buku yang berisi kumpulan karikatur. Ini bukan kali pertama Madyapadma membuat buku karikatur. Semangat remaja-remaja yang bernaung di bawah nama Madyapadma semakin berkobar. Terdapat sebelas orang anak yang siap tempur, siapkan buku karikatur yang akan diterbitkan bulan Agustus mendatang. Kesebelas orang tersebut kini tengah sibuk, membuat goresan-goresan tangan terbaiknya. “Buku di Madyapadma itu udah ada sejak lama. Setiap tahunnya juga selalu bikin buku, udah seperti tradisi. Angkatan kali ini juga sama. Terus bikin buku karikatur karena ngelihat potensi anak MP sekaligus mengasah kemampuannya juga,” jelas I Nyoman Lanang Putra Pandu selaku koordinator bidang buku dan Denpasar Book Fair. Lanang Putra juga mengungkapkan bahwa buku karikatur ini mengambil tajuk polemik negeri. “Sekarang ini kan masalah yang sedang dihadapi Indonesia itu banyak banget, jadi kenapa nggak dijadiin tema untuk buku karikatur. Menentukan ide-ide karikatur juga jadi lebih mudah. Kita membahas permasalahan-permasalahan seperti ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, dan yang lainnya,” tambah Lanang Putra.
“Sejauh ini persiapannya udah 45%. Udah ada 35 karikatur yang sudah di revisi dari total 80 karikatur. Persiapannya juga sesuai time schedule,” kata Yani saat ditemui pada Kamis (25/7). Tim penyusun buku kini tengah gencar-gencarnya melakukan persiapan. Disatu sisi juga dengan melihat potensi yang dimiliki remaja Madyapadma, menjadikan bakat karikatur yang dimilikinya untuk mengadakan Pelatihan dan Lomba Karikatur tk SMP/SMA/SMK/ MTs se Provinsi Bali di Denpasar Book Fair 2019 yang berlangsung pada tanggal 13 Agustus 2019. Adanya kegiatan tersebut tentu tidak lain untuk mencari bibit-bibit kartunis Indonesia. “ Ya, disini kita bekerja sama dengan pemkot Denpasar untuk mengadakan acara ini, disini kita tidak hanya buat buku kumpulan karikatur saja, tentu kita juga mau mencari potensi anak muda Indonesia dan mengapresiasinya dengan perlombaan ini,” tutupnya diakhir wawancara. (dyt,sa)