
Hadirnya majalah di Madyapadma tidak bisa dielakan lagi, ya, majalah setiap tahunnya diharapkan dan dinanti. Begitu pula dengan Presslist 10 tahun ini. Lagi-lagi majalah menjadi “menu” yang telah tak asing lagi (17/07).
Madyapadma Journalistic Park telah beberapa kali menerbitkan majalah. Sebanyak itu pula, Madyapadma terus berkembang untuk selalu berusaha menghadirkan majalah terbaiknya. Majalah tersebut pun masih tersimpan rapi, turut menambah jejeran koleksi buku di perupustakaan kecil Madyapadma. Beberapa terpajang pula di antara ratusan buku koleksi perpustakaan SMAN 3 Denpasar. Tulisan-tulisan karya puluhan remaja yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik Trisma dikemas dengan begitu apik. “Jam terbang majalah di Madyapadma kalau aku bilang belum 100% tinggi sih. Soalnya 2 tahun belakang ini ngandet majalahnya. Tapi astungkara tahun ini ada, ya seperti lomba majalah yang diadakan di presslist ini salah satu bentuk motivasi juga buat kita,” ungkap Putu Puan Maharani (17) ketua Presslist 10.
Majalah merupakan salah satu benda yang sudah tak asing lagi di masyarakat. “Majalah itu penting karena majalah itu merupakan suatu wadah apresiasi karya jurnalistik yang temanya biasanya memperhitungkan jangka panjang dan majalah ini adalah bukti fisik para jurnalis juga,” tutur yang akrab disapa Puan. Gadis kelahiran Desember ini juga menilai bahwa lomba majalah masih sedikit di Indonesia. Sementara majalah merupakan salah satu karya bukti fisik jurnalistik yang mesti di apresiasi. Tak hanya itu, Puan juga menambahkan bahwa lomba majalah selalu ada di setiap tahunnya karena Madyapadma berusaha menjaga kekonsistenan, mempertahankan apa yang telah ada sejak lama. Akan tetapi hal tersebut juga tak menutup kemungkinan untuk melakukan kreasi yang berbeda-beda tiap tahunnya. Itulah yang menumbuhkan tekad puluhan remaja yang bernaung dibawah nama Madyapadma tuk terus mengadakan lomba majalah tingkat nasional.
Tak ada jalan yang berliku untuk meraih harapan yang diinginkan. Akan selalu ada cobaan yang menghadang. Sama halnya dengan lomba majalah dalam Presslist 10 tahun ini, beberapa kali sempat temukan jalan buntu namun tentu hal tersebut tidak membuat Madyapadma patah semangat. Seolah terdapat seribu satu cara tuk taklukan semua rintangan itu. “Hambatan itu pasti ada, dalam lomba majalah tahun ini hambatannya mencari peserta sih. karena pendaftaran untuk lomba-lomba jurnalistik kan diadain pas waktu liburan jadi agak susah untuk ngontak sekolah-sekolah,” aku Ni Putu Diva Iswarani (16) koordinator bidang lomba jurnalistik di Presslist 10. Walaupun begitu, gadis bertubuh tinggi ini mengungkapkan bahwa hambatan-hambatan tersebut telah memiliki jalan keluar dan persiapan untuk lomba-lomba tersebut kurang lebih telah mencapai angka 70%. Ia juga menambahkan harapannya agar Presslist 10 nanti dapat berjalan sesuai ekspetasi. “Astungkara lancar, soalnya kita udah capek banget mempersiapkan semuanya, ya bisa dibilang semoga ada timbal baliknya,” tutupnya di akhir wawancara. (dyt/ade)