
Dikit-dikit lama-lama menjadi bukit, ya frasa yang cocok menggambarkan perjuangan Madyapadma yang kini berhasil menerbitkan 67 buku (28/06)
Sejak 17 tahun silam siswa-siswi yang bernaung dibawah Madyapadma Journalistic Park menggebrak dunia jurnalistik dengan mulai menerbitkan buku karyanya. Ya, tujuan awal di zamannya dalam menerbitkan buku tidak lain untuk menyalurkan ide mereka agar menjadi sebuah karya yang dapat dinikmati masyarakat luas. Mulai dari buku kumpulan cerita – cerita imajinasi ala anak muda hingga mengupas problematika rakyat diterbitkan. Tak hanya itu, walaupun Madyapadma berlebel jurnalistik namun para siswa-siswi yang tergabung bisa terjun bebas salah satunya ke dalam dunia penelitian, sehingga juga melahirkan buku-buku hasil riset para anggotanya yang telah melalang buana meraih prestasi hingga ke negri China.
Lika – liku dalam menerbitkan buku, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Menyiapkan materi buku, menentukan tema tulisan, merangkai kata demi kata hingga mencetak buku ke percetakan dilakoninya dengan sepenuh hati. Bukanlah suatu hal yang mudah dikerjakan oleh siswa-siswi yang tak lepas dari tumpukan tugas menjadi murid di kelas. Hal ini diakui oleh Putu Ayu Suastidewi salah satu alumni Madyapadma angkatan 34 yang dulu turut ambil alih memberikan ide cemerlangnya demi menerbitkan sebuah buku karyanya. “Waktu itu buku cerpen tentang Bali, terus ada juga buku yang isinya kumpulan penelitian yang temanya lingkungan,” ungkapnya. Ia juga menambahkan alasannya menulis buku karena kesukaanya dalam menulis sehingga dengan menerbitkan buku dapat meningkatkan kepercayaan dirinya karena pikirnya masih jarang anak sekolahan yang dapat melalukan hal tersebut.
Usut punya usut, sumber daya manusia yang tentunya berbeda – beda setiap angkatannya menyebabkan baik dari segi jumlah hingga kualitas buku yang dihasilkan pun berbeda pula. 13 buku berhasil diterbitkan oleh angkatan 32 yang tentunya memacu minat adik angkatannya untuk terus menerbitkan buku dengan jumlah dan kualitas yang mumpuni. Namun sayang, di angkatan 40 hanya berhasil menerbitkan 9 buku. “Jumlah buku MP yang enggak tetap tiap tahunnya itu kan bergantung sama SDMnya dan kemampuan di tiap angkatannya dalam menerbitkan buku jadi ya enggak tetap jumlah buku yang terbit” ujar Mutiara Diva Ramadhani (16) selaku pemimpin desk buku Madyapadma angkatan 41. Gadis berambut panjang ini juga menyatakan bahwa Madyapadma menerbitkan buku tak hanya melihat kuantitas buku itu sendiri, terlebih kualitas buku itulah yang menjadi acuan pentingnya.
Meskipun mengalami beberapa penurunan dalam kuantitas menerbitkan buku tahun belakangan ini, kini Madyapadma angkatan 41 mengharapkan semaksimal mungkin untuk menerbitkan buku – buku yang nantinya dapat dinikmati khalayak luas melalui acara tahunan Presslist 10. “ Karena keinginan keras anggota jadi sudah dilakukan persiapan yang dicicil dari hari ke hari, dilakukan perlahan agar Presslist 10 nanti sesuai ekspetasi yang diharapkan,” harapnya diakhir wawancara. (ade/sa/dyt)