
Sekelompok remaja yang bernaung di bawah nama Madyapadma Journalistic Park tampak begitu serius. Penuhi ruangan Prajna Paramita yang sudah seperti rumah kedua mereka. Ada apakah?
Penilaian Akhir Semester (PAS) baru saja terlewati. Lembaran-lembaran soal yang berhasil menghantui benak ratusan murid SMA Negeri 3 Denpasar selama satu minggu mulai dilupakan. Buku-buku pelajaran berada di sudut ruangan tak terjamah lagi oleh jemari. Keadaan sekolah terasa begitu sepi. Hanya segelintir orang yang tampak berlalu-lalang di bumi Trisma. Tak banyak kegiatan yang berlangsung setelah penilaian tersebut. Yang ada hanyalah siswa-siswa yang mengejar ketertinggalan mereka. Entah karena harus menyusul Ulangan Akhir Semester (UAS) atau menyelesaikan tugas-tugas mereka. Berbeda dengan siswa-siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Madyapadma (MP), setelah melewati PAS mereka kembali disibukkan untuk menyiapkan acara tahunan MP. Presslist, ialah ajang perlombaan bagi para jurnalis muda se-Indonesia.
Ya, setiap tahunnya presslist selalu hadir dengan warna baru. Sama halnya dengan presslist 10 yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang. Tak pernah kehabisan akal, sekelompok remaja yang berada di bawah naungan MP selalu berhasil membuat gebrakan-gebrakan baru. Seolah tak ingin kalah dengan tahun-tahun sebelumnya, Presslist 10 ini akan hadir bersamaan dengan Madyapadma Festival Buku. Acara Presslist tahun 2019 ini mengambil acara Festival Buku sebagai konsep utamanya. “Yah kalau untuk konsep Festival Buku itu sendiri kita lebih menekankan di penerbit indie. Jadi, yang pameran itu kebanyakan penerbit-penerbit indie. Masih ada mayor label sih suma indienya yang diperbanyak lagi,” jelas Putu Puan Maharani (17) selaku ketua Presslist 10 dan Madyapadma Festival Buku. Presslist 10 dan Madyapadma Festival Buku telah menyiapkan sederet perlombaan untuk para jurnalis muda. Tak tanggung-tanggung, Presslist 10 dan Madyapadma Festival Buku ini akan melibatkan orang-orang yang berada di luar negeri. “Presslist 10 dan Madyapadma Festival Buku ini acaranya bareng. Yah bisa dibilang jadi satu gitu. Ruang lingkupnya juga bukan cuma nasional tapi udah internasional,” ungkap Ni Made Yani Savitri Devi (16) selaku wakil ketua Presslist 10 dan Madyapadma Festival Buku.
Pengambilan konsep pada acara Presslist tidak dilakukan dengan sembarangan. Terdapat berbagai cerita di dalamnya. “Jadi setiap Presslist itu jelas kita merintis acara yang baru. Supaya gak monoton gitu-gitu aja. Emang sih Festival buku udah pernah di presslist 8, tapi itu belum berjalan dengan benar. Jadi, kita semua ingin memperbaiki di Presslist dan Madyapadma Festival Buku,” tutur Puan saat ditemui pada Kamis (30/05). Puan juga mengungkapkan bahwa dirinya dan tim masih melakukan persiapan Presslist 10 dan Madyapadma Festival Buku di tahap awal. Masih banyak persiapan yang belum dilakukan.”Sebenarnya proposal baru ditanda tangani kemarin. Jadi, besok baru bisa dicap terus diperbanyak,” ujarnya. Diakhir Puan juga menyampaikan bahwa Presslist 10 dan Madyapadma Festival Buku ini bukan dua acara yang saling bersaing namun menjadi satu saling berkolaborasi untuk memeriahkan acara jurnalis wajib yang digarap Madyapadma setiap tahunnya. (dyt/ade/sa)