• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014

 

Masa baru telah datang…
Mengais memori yang tak akan terulang…
Mengubur segala kenangan…
Juga mengubah keadaan…
Tanah yang kau jejaki kini…
Bukanlah tanah suci…
Tertanam ratusan bahkan ribuan …
Pria dan wanita pasti ada disini…
Hanya tergeletak lalu dikatakan sebagai pejuang…
Enduslah…
Wahai anak muda…
Darah pejuangmu tersebar…
Anyir tak terlelakan..
Dengan penuh luka tertanam…
Juga airmata mengiringi perngorbanan
Hingga kini tanah itu telah rata…
Bukan pemakaman manusia….
Namun berubah menjadi keramaian kota…
Terinjak oleh ribuan kaki…
Tanpa ada yang menyadari…
Arwah pejuangmu masih disana…
Menatap generasi…
Yang melupakan mereka…
Di tengah sudut kota yang ramai…
Mereka terus bersua tapi tak terdengar…
Berharap anak muda mewujudkan impian…
Yang pernah menjadi landasan…
Mengapa mereka berkorban…
Berjuangkan tanah ini…
Wahai anak muda negeri…
Jangan sampai ada tangan bangsa asing…
Kembali menggapai tanah kita untuk kesekian kali…
Perjuangkan impian kami….
Demi Indonesia, tanah air beta…
Demi Nusa dan Bangsa…
Untuk tetap merdeka…

 

Cipt: Ni Putu Anandha Swari

 

 

 

 

 Dua triwulan berlalu sejak langkah ini terhenti
Saat ku tatap dirinya dari balik kaca besar ini
Kehadirannya seperti bidadari yang turun ke bumi
Manis senyum itu telah mengetuk hati yang sunyi
Jantung ini menjerit sudah tak tahan lagi
Memori hari itu seperti kaset yang diputar kembali

Read more

Musuh yang tak setara
Beberapa senjata sederhana
Mati tiada arti
Cairan merah tak jadi panorama
Tapi pelu tetap mengalir deras

Read more

17 Januari 1977
Hari yang sangat bersejarah bagimu
Hari...
Dimana kau berdiri

Read more

Korupsi ...

Mengambil keuntungan sendiri

Orang lain rugi tak peduli

Yang penting dia hepi

Read more

Pengunjung Lainnya

We have 165 guests and no members online