• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Presslist 9

Image and video hosting by TinyPic

Partisi putih diatur sedemikian rupa. Menampilkan deretan poster yang telah tertata. Beberapa orang sesekali melirik, membaca tulisan berbahasa asing itu. Namun, sekejap perhatian teralihkan karena kedatangan seseorang. “Oi bangun-bangun ambil posisi pak walikota udah datang,” seru seorang siswa kepada teman-temannya.

      Siang (02/09), rombongan Walikota Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mulai memasuki Workshop Trisma (SMA Negeri 3 Denpasar-red). Sebab, akan dilaksanakan dialog membangun Komunitas Peneliti Remaja Kota Denpasar. Para peserta dialog yang berasal dari berbagai sekolah di Denpasar pun terlihat antusias menyambut kedatangan Rai Mantra.

       Sementara itu, berada dalam rangkaian acara Madyapadma, Presslist 9 dan YSA 6, Komunitas Peneliti Remaja Kota Denpasar akhirnya dibentuk secara resmi siang tadi. Rai Mantra pun menanggapi, pembentukan Komunitas Peneliti Remaja Kota Denpasar ini bertujuan agar nantinya komunikasi dan kegiatan riset remaja di Kota Denpasar dilaksanakan lebih mudah dengan adanya pengurus. Pengurus komunitas ini berasal dari berbagai sekolah di Denpasar diantaranya SMA Negeri 3 Denpasar, SMA Negeri 4 Denpasar, SMA Negeri 2 Denpasar, SMP Negeri 10 Denpasar serta SMP Negeri 3 Denpasar. Rai Mantra pun mengungkapkan "Jadi jangan ragu jika ingin membuat komunitas seperti ini, saya pasti mendukung karena ini yang akan membuat peradaban baru bagi kota Denpasar khususnya," paparnya dengan semangat.

Penyerahan kembali e-HKI

      Namun tak hanya itu, dalam rangkaian Presslist 9 dan YSA 6 juga dilakukan penyerahan kembali e-HKI (elektronik Hak Kekayaan Intelektual) oleh Walikota Denpasar kepada siswa-siswi SMA Negeri 3 Denpasar yang telah berlomba dikancah Internasional. Walikota Denpasar ini kembali angkat suara, "Saya sangat mengapresiasi dengan adanya e-HKI, berawal dari riset ini nantinya kita dapat memasuki ekonomi kreatif," tambahnya.

     Sementara itu, Ida Ayu Mirah Putri Pradnya Dewi (17) selaku Steering Comitte bidang e-HKI pun turut menanggapi. Ia mengakui pembuatan e-HKI ini didasari karena banyaknya penelitian hasil karya anggota Madyapadma, sehingga hasil riset ini perlu dilindungi. "Dengan e-HKI riset yang kami kembangkan dapat terlindungi, sehingga seperti kata pak walikota, ini bisa jadi langkah awal mencapai ekonomi kreatif," katanya. 

BYRIE (Bali Youth International Exhibition)

     Setelah penyerahan usai, walikota beserta tamu undangan berkeliling melihat pameran poster ilmiah BYRIE (Bali Youth International Exhibition). Akan tetapi, tak selayaknya pameran biasa. Pameran penelitian ini diikuti oleh 11 negara dari 2 benua dengan 13 project poster yang dipamerkan. "Mungkin kami anak SMA pertama yang menyelenggarakan acara tingkat internasional seperti ini," kata Fajar Gautama (17), steering comitte BYRIE. Sementara itu, acara rintisan Madyapadma ini berawal dari keinginan anggota Madyapadma yakni tidak sekadar berkompetisi ke luar negri, tetapi juga ingin membangun relasi atau jaringan dengan peneliti yang ada di negara-negara tersebut. Sehingga dengan memiliki jaringan, selain menambah ilmu dengan berkompetisi juga dapat bertukar pengalaman hingga mendapatkan berbagai informasi lomba tingkat nasional. "Seperti lomba di China sudah mendapatkan jaringan dengan Beijing dan Rusia," ujarnya.

     Namun tak semudah itu, Ia mengaku menghubungi peserta menjadi kendala utama dalam pelaksanaan BYRIE ini. "Jadi kami menghubungi teman-temen yang pernah kami ajak satu lomba penelitian di internasional, tetapi ya itu susahnya terkadang baru dibalas 2 hari sekali, " jelas fajar. Akan tetapi, semangat untuk membuat acara rintisan itu tidak lekas hilang, hingga akhirnya 13 projek berhasil dikumpulkan oleh fajar dan tim.

  Siang tadi, pameran berhasil dilaksanakan dengan lancar. Fajar pun berharap kedepannya BYRIE dapat ditingkatkan.Namun meski masih sebatas pemeran poster diharapkan dipelaksanaan selanjutnya BYRIE dapat mendatangkan peserta dari luar negara Indonesia. " Semoga kedepannya bisa acara ini bisa diadakan lagi lebih besar dan lebih meriah lagi, juga semoga dari pemerintah kota denpasar sendiri dapat memfasilitasi acara seperti ini," harapnya. (non)