• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Image and video hosting by TinyPic

 “Pak pak pak”, alunan tabuh yang dimainkan para pemuda tersebut dengan spontan membawa setiap kepala terhanyut mendengarnya, ratusan pasang mata mulai terfokus pada penampilan tarian yang mempunyai makna itu (20/1).

      Panggung Lapangan Puputan Badung tampak berbeda. Pasalnya, penampilan yang paling ditunggu akhirnya hadir juga. Sejak pukul 18.00 WITA masyarakat Denpasar telah memenuhi lapangan guna menyaksikkan serangkaian HUT 41 SMA N 3 Denpasar yaitu Gelar Budaya yang bertajuk “PARAMA WIDYA (Bersatu Bersama Meraih Puncak Prestasi)” hal ini diungkapkan Randika selaku ketua panitia HUT 41 Trisma bahwa acara ini melibatkan seluruh siswa Trisma sebagai wadah kreatifitas dalam mencapai puncak prestasi yang telah diraih. “Malam ini HUT Trisma menampilkan yang beda soalnya kita membuat gelar budaya di luar sekolah untuk menunjukkan ke masyarakat kalau Trisma ini juga punya siswa yang berprestasi dibidang tarian, nyanyi dan lainnya,” ungkap pria kelahiran Denpasar 3 Mei 2002 itu.

    Gelar Budaya yang bertajuk PARAMA WIDYA ini bak mengisahkan usaha Sang Purusadha mengalahkan Sang sutasoma demi memenuhi keinginan Bathara Kala sirna karena kebijakan sang sutasoma. Mengangkat sebuah kisah tersebut menjadi kebanggan tersendiri bagi SMA N 3 Denpasar. Hal ini diakui oleh I Wayan Phala Suwara, S.Pd.H selaku guru Agama“ Karena ilmu takkan berguna tanpa berlandaskan agama, cerdas harus senantiasa diimbangi dengan etika dan estetika, Widya Jnana Parama Guhya, PARAMA WIDYA,” tuturnya.

    Penampilan pertama dibuka dengan Tari kebesaran SMANegeri 3 Denpasar yang berjudul "Trismaya" yang dicetuskan Drs. Ketut Suyastra S.Pd. Tari kelompok ini menggambarkan kekuatan konsepsi sanghyang tiga wisesa dunianya sebagai manifestasi keseimbangan kehidupan bhuana agung dan bhuana alit. Tak hanya penampilan tari Trismaya saja, Trisma juga memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat Karangasem yang terkena bencana gunung Agung dan kaum difabel, dan dilanjutkan dengan penampilan dari Yayasan Dria Raba dengan membawakan pertunjukan musikalisasi puisi. Pada malam itu juga dimeriahkan oleh VOG (Voice Of Generation) Trisma yang membawakan beberapa lagu, salah satunya “ Pelangi di Matamu”.

      Walaupun sempat diguyur hujan, namun hal ini tidak menyurutkan antusias para penonton dan semangat para penari tarian PARAMA WIDYA (Bersatu Bersama Meraih Puncak Prestasi) yang menjadi penutup manis acara malam itu. “ Walaupun hujan semangat anak-anak ini tetap membara demi menampilkan yang terbaik untuk sekolahnya,” tutur Kadek Ratih, penonton gelar budaya itu.

    Penampilan memukau Gelar Budaya tak terlepas dari kontribusi seluruh pihak di dalamnya. Kekompakan dan solidaritas ditunjukkan demi tetap menjaga kualitas penampilan. Perpaduan berbagai ekstra Trisma seperti tari, tabuh, vocal sukses membuat penonton takjub. Meski dihadang hujan namun bukan batasan bagi Trisma untuk tetap menampilkan yang terbaik. Berlian Putri (15) sebagai salah satu penari SMA Negeri 3 Denpasar merasa bahagia dapat menunjukan tariannya kepada masyarakat denpasar, “Semoga PARAMA WIDYA terus bersatu untuk berkreatifitas bersama anak muda dan meraih puncak prestasi untuk menunjukan kepada masyarakat,” katanya. Harapan berbeda datang dari yang akrab disapa pak Phala “Kalau bisa tahun depan dapat menggabungkan tiga angkatan lagi agar kekeluargaannya lebih terasa, dan kalau perlu bisa memberikan hal yang beda lagi,” harapnya dengan senyum. (sa/anj)

Pengunjung Lainnya

We have 107 guests and no members online