• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Berkompetisi, menempatkan tim Madyapadma berada di kondisi kritis. Terdesak, namun mesti beralih, temukan jalan keluar. Selayaknya kutipan Yohannes Surya, 'Mestakung'. Sabtu (24/3)

    Boleh saja, belum ahli. Namun, apabila ada niatan belajar, berproses menjadi mahir bukan pula hal mustahil, begitulah selayaknya Ni Komang Pitryani Marsistha (17). Sebab, ajang Communiphoria 2018, membuat Ani mau tak mau terjun langsung ke bidang TV production. "Awalnya ikut seleksi intern bidang jurnalistik, tapi malah diminta ikut lomba bidang TV production," ungkapnya memulai cerita. Akan tetapi, dirinya sempat tak percaya diri; takut filmnya tak selesai. Namun, andaikata ia mundur, nasib tim 2 SMA Negeri 3 tentu dipertaruhkan; karena tak ada pengganti lagi. Berangkat darisana, ia sadar bahwa sekarang bukan saat untuk mundur. "Mestakung aja, berhasil tergantung usaha kita pula," ujarnya.

    Tak hanya Ani yang merasakan pahit dan manisnya untuk berjuang. Dua tim yang dikirim oleh SMAN 3 Denpasar turut merasakannya. Berangkat dari hal itulah, kedua tim dari Trisma (singkatan SMAN 3 Denpasar-red) sukses melahap juara 1 dan 2. Tak hanya itu, mereka yang berlaga juga meraih juara terbaik dalam setiap bidang yang diemban. Juara itu yakni best journalist atau best newsletter untuk pembuat berita dan layouter SMAN 3 Denpasar Tim 1. Sedangkan best radio announcer disabet oleh SMAN 3 Denpasar Tim 2. Atas keberhasilan SMAN 3 Denpasar, Ani pun mengungkapkan rasa harunya, sebab ini bukanlah passionnya dalam menjadi film maker yang mumpuni dalam kompetisi ini. " Kaget, lama-lama asik juga, ternyata film itu asik," terangnya dengan gurat wajah riang. Selaras dengan Ani, I Nyoman Tri Sendyana juga mengungkapkan rasa senangnya, "Senangnya banyak pokoknya, bisa mendapat juara 1 dan 2 itu adalah kebanggaan bagi kami, senangnya berkuadrat lah," ungkapnya sembari melucu.

    Semesta Mendukung, SeMESTA menduKUNG merupakan hukum alam dimana ketika suatu individu atau kelompok berada pada kondisi kritis maka semesta (dalam hal ini sel-sel tubuh, lingkungan dan segala sesuatu disekitar dia) akan mendukung untuk dia keluar dari kondisi kritis. Dalam perjalanan ini, baik Pitryani Diah Marsistha maupun Tri Sendyana dan rekan-rekan lainnya sama-sama melewati masa kritis itu. Untuk berhasil, selalu ada masa-masa kritis yang dilewati. Tak ada waktu untuk mundur, lewati masa kritis itu dan semesta akan mendukung. Mendukung siapapun yang mendambakan kemenangan sejati. (non/kyu)

Pengunjung Lainnya

We have 98 guests and no members online