• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Image and video hosting by TinyPic

Rangkaian karangan bunga tampak berjejer di halaman depan SMAN 3 Denpasar. Semerbak wangi asap dupa mengepul diudara diiringi dengan lantunan gamelan semakin menambah meriahnya HUT ke-41 SMAN 3 Denpasar (17/01).

     Siang (17/01), merupakan hari yang bersejarah bagi SMA Negeri 3 Denpasar. Tepat 41 tahun lamanya sekolah yang berbasis riset ini telah didirikan. Tentunya dalam kurun waktu tersebut, Trisma (SMAN 3 Denpasar-red) telah melahirkan orang-orang hebat. Tak hanya hebat dalam meniti karir namun juga hebat dalam mental. Hal ini diakui Ketut Mardana (46), menurutnya Trisma telah menjadikan dirinya "orang", "Trisma memang sekolah yang mantap, dari trisma saya dapat menjadi orang yang sesungguhnya," ungkap alumni Trisma angkatan 29 tersebut.

    Tak jauh berbeda dengan perayaan sebelumnya, perayaan HUT ke-41 Trisma juga tetap menekankan pada konsep kesederhanaan. Hanya saja terdapat sedikit perbedaan yaitu, acara Gelar Budaya yang telah menjadi tradisi terdahulu kini tidak lagi ditampilkan saat puncak HUT Trisma melainkan diselenggarakan dilain kesempatan tepatnya pada hari Sabtu, 20 Januari 2018. Pernyataan tersebut dilontarkan Junida Aryadi (17) selaku ketua Panitia dari OSIS. "Masih sama sih dengan tahun sebelumnya, tetap sederhana. Hanya saja GLB kami pindahkan ke lain hari soalnya ada beberapa pertimbangan dari kami, panitia, dan tentunya dewan guru. GLB nanti juga akan kami kombinasikan dengan kegiatan baksos untuk kaum difabel dan peduli pengungsi gunung agung." tuturnya dengan santai.

    Mengingat acara GLB tidak lagi diadakan ketika puncak HUT Trisma, maka perayaan puncak HUT ke-41 Trisma diisi dengan kegiatan persembahyangan bersama yang dilanjutkan dengan penampilan tari kebanggaan Trisma yakni Tari Tri Semaya. Tak lupa juga, ditengah-tengah meriahnya acara tersebut, diselipkan pengumuman kejuaraan adiwiyata serta pemberian cinderamata bagi para guru dan pegawai yang telah purnabakti. "Senang sekali bisa menjadi bagian dari Trisma, banyak pengalaman yang saya dapat. Semoga dengan bertambahnya usia, dapat membuat Trisma semakin mantap dan terdepan," ujar Ni Luh Putu Sulastri (60) salah seorang pegawai yang telah purnabakti.

    Puncak HUT ke-41 Trisma memang berbeda dari yang lainnya. Dimana selalu ditekankan agar dibuat sesederhana mungkin tapi tidak menghilangkan makna yang dikandungnya. Hal tersebut diungkapkan Ni Wayan Atiri Dana selaku ketua panitia dari dewan guru. "Walaupun sederhana tetapi tetap bermakna dan memiliki kesan yang sangat mendalam bagi kita semua," ujarnya singkat dengan nada menggebu-gebu. Selaras dengan itu, Randika Pradayana (16) juga melontarkan hal yang sama. "Sederhana sih, tapi sangat bermakna," ungkapnya singkat. Ia juga berharap agar kedepannya Trisma dapat tetap menjadi sekolah yang terdepan. "Semoga dengan usianya yang semakin dewasa, Trisma dapat terus menginspirasi dan menjadi yang terbaik," harapnya sambil menutup wawancara. (mp/sam/bi)

Pengunjung Lainnya

We have 406 guests and no members online