• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Jelajah Sepeda Bali Barat 2018

Image and video hosting by TinyPic

“Ini sudah sampai mana ya, kok tempatnya engga ketemu sih,” keluh Amara (15) ketika berjalan bersama kawannya di pesisir pantai barat untuk mencari bahan materi yang diberikan oleh guru pembimbing.

    Pukul 18.00 WITA waktu menunjukan untuk pulang ke penginapan di daerah Melaya, namun ada yang berbeda pada ekspedisi Madyapadma Journalistic Park dan Forum Penelitian Muda Trisma pada etape ke 3 Sabtu, (13/01) ini pasalnya perjalanan menuju lokasi ke Taman Nasional Bali Barat hanya 30 km namun ada pemberian materi untuk para tim Ekspedisi Jelajah Bali bagian Barat 2018 ini. “Saya tadi memberikan materi sedikit mengenai keadaan alam ini lalu menugaskan para siswa yang tergabung dalam ekspedisi kali ini untuk mengeksplor Taman Nasional Bali Barat,” ungkap Gus Adi selaku guru pembimbing. Tak hanya itu ia juga menambahkan bahwa kegiatan itu dibagi menjadi beberapa tim. “ Kegiatan tadi dibagi jadi tim laut dan darat, lalu mereka disana mengidentifikasi permasalahan tumbuhan dan serangga yang ada disana,” lanjutnya.

     Adanya penugasan ditengah Ekspedisi Jelajah Bali bagian Barat 2018 ini menuai tanggapan dari siswa. I Nyoman Aris Suardana yang tergabung dalam tim riset mengungkapkan bahwa kegiatan itu sangat bagus diadakan. “ Ini seperti penelitian, ya aku sudah terbiasa jadinya sangat senang ngejalanin,” ungkapnya. Senada dengan Desinta linggarcani. “Ini sih sama aja dengan penelitian dan sudah menjadi makanan sehari-hariku,” kata sinta yang pernah meraih medali emas lomba penelitian nasional 2016 lalu. Berbeda dengan pengakuan Kritin Wittaka ia mengaku kurang ahli dalam bidang ini. “Aku masih bingung bagaimana cara mengidentifikasi mengenai hal tersebut, jadinya aku masih buta tentang penelitian itu,” jujurnya.

    Dari penugasan yang diberikan, ternyata perjalanan yang dilalui oleh tim Ekspedisi Jelajah Sepeda bagian Barat 2018 yang dilaksanakan di Taman Nasional Bali Barat ini tidak sesuai ekspetasi. “Tadi dipesisir laut sempat tersesat ketika mau cari materi tugas yang diberikan, lalu syukur banget akhirnya bisa bertemu dengan tim laut lagi,” kata Amara selaku tim laut. Terlepas dari tim laut, tim darat juga mengalami perjalanan yang tak kalah seru, hal ini diungkapkan oleh Gus Adi selaku guru pembimbing. “Tadi saya sempat jatuh bersama murid saya ditengah hutan pas naik motor, lalu bagian lutut saya itu yang parah soalnya luka robek,” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa tidak perlu khawatir atas kecelakaan tanpa disengaja itu. “Ya sudah terlanjut, tadi saya sudah dibawa ke puskesmas terdekat dan diberikan 4 jaitan,” tambahnya.

    Namun dengan berbagai tanggapan yang diberikan siswa yang mengikuti haruslah menjalankannya dengan sepenuh hati agar dapat menikmati seperti perjalanan 70,2 km yang akan dilalui pada besok, Minggu (14/01) yang dimulai pukul 07.00 WITA melalui titik start tempat penginapan Hotel Lestari, Melaya, Kabupaten Jembrana Bali. (sa)