• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Jelajah Sepeda Bali Barat 2018

Image and video hosting by TinyPic

 "Kalau digigit hewan sering terutama nyamuk," ucap Wayan Subadra (23) sembari tertawa. Decak tawa pun tak terelakkan mendengar senda gurau si volunteer (sukarelawan) muda TNBB ini.

 

   Siang (13/01), Subadra tengah duduk di pondok di dekat pos peman bersama ketiga rekan kerjanya. Wajahnya tampak semangat menunggu kedatangan tim Madyapadma, yang akan berjelajah mengelilingi Taman Nasional Bali Barat (TNBB) saat itu. "Iya dik, saya guide sekaligus volunteer disini," ungkapnya. Menjadi pemandu, telah dilakoni Subadra semenjak tiga setenagh tahun belakangan. Ia mengaku kerap kesulitan dalam membantu mengelola TNBB. "19.000 hektar luas TNBB, bukan pekerjaan mudah karena jangkauan wilayah yang luas," tambahnya. Bahkan, kurang lebih sekitar 4 bulan lalu kasus penangkapan hewan sempat menggemparkan petugas TNBB. Meski demikian, Subadra tak pernah bosan dan menyesal dengan pekerjaannya kini, "Pernah sih mikir kenapa milih pekerjaan ini, tapi saya semua yang berhubungan dengan alam, jadi gak pernah bosan ataupun menyesal," ujarnya.

    Berbeda dengan Wayan Subadra, berbeda pula dengan Made Rasma (54). 31 tahun menjadi polisi hutan kawasan pengelolaan khusus pembinaan jalak bali, membuatnya mengerti bagaimana runyamnya mengembangkan satwa langka. "Dulu hanya 4 ekor saja, tapi kini sudah ada 300 lebih burung jalak bali yang akan siap di lepas," kata Pak Made bersemangat. Namun, bergelut dalam penangkaran hewan bukanlah perkara mudah. "Tujuan penangkaran kan agar burung jalak bisa dilepas di alam bebas, tapi terkadang malah gak aman karena tak ada jaminan burung akan selamat," tambahnya. Tetapi, Pak Made tak dapat mengelakkan rasa kekecewaanya terhadap masyarakat, yang terkadang menyepelekan kawasan hutan. "Masyarakat kadang gak peduli adanya hutan, kadang kesel aja kita kerja keras menjaga hutan ini tapi masyarakat gak respect," tuturnya.

    Sementara itu, eksplorasi TNBB oleh tim Madyapadma sedang berjalan. Eksplorasi dibagi ke dalam dua kategori besar, yakni eksplorasi wilayah darat dan eksplorasi wilayah laut. Selagi eksplorasi tim juga ditugaskan untuk mengidentifikasi tumbuhan dan hewan di kawasan sekitar TNBB. Namun, kejadian tak terduga melanda tim kawasan darat, "Seru, tapi om pemandunya kecelakaan, tangannya kegores celurit," ungkap Prayascita Utami (16) dengan nada kawatir. Akan tetapi, meski sempat terkendala, akhirnya tim eksplorasi tiba di titik awal Pos 1 Taman Nasional Bali Barat, "Berasa tarzan sehari, seru pokonya," tutupnya. (non)