• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Jelajah Sepeda Bali Barat 2018

Image and video hosting by TinyPic

 “Ris, ambil sampel air laut sebelah sana ya, aku yang disini tapi ingat jangan merusak biota lautnya,” suruhnya. Gadis bertopi itu sedang sibuk mengambil sampel air untuk penelitiannya diujung barat pesisir laut. Siapakah dia?

    Vera, itulah sapaan akrab teman-temannya. Bersama tim risetnya melakukan penelitian mengenai ekosistem laut “Ya kita, disini kita melakukan penelitian mengenai laut di Taman Nasional Bali Barat,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa penelitiannya tentang sampel air disana. “Jadinya penelitianku itu akan mengidentifikasi kekeruhan air disini,”lanjutnya sembari tersenyum.

    Sabtu, (13/01) telah memasuki etape ketiga Ekspedisi Jelajah Sepeda Bali bagian Barat 2018, mengeksplorasi laut dan darat di Taman Nasional Bali Barat ini, hal ini diungkapkan oleh Gus Adi selaku guru pembimbing. “ Hari ini anak-anak diberikan materi tentang tumbuhan dan serangga lalu diberikan tim untuk mengidentifikasi di lautan atau daratan,” ungkapnya.

    Taman Nasional Bali Barat yang memiliki kawasan luas perairan 3.415 ha ini memiliki berbagai macam biota laut, hutan mangrove, dan hutan bakau menuai tanggapan dari siswa trisma, Hal ini diakui I Nyoman Aris Suardana sebagai tim riset, ia mengungkapkan bahwa ekosistem di laut ini melimpah. “Ya aku dapat banyak manfaat disini, jadinya aku bisa tahu jenis hutan mangrove, alga hijau serta berbagai jenis batu karang dan air laut juga,” kata remaja kelahiran Denpasar, 07 april 2002. Di sisi lain, perjalanan Aris tampak tak mulus. “Tadi lumayan susah jalan soalnya pas di pesisir kakiku itu tenggelam kedalam pasir,” celetuk pria kemayu ini

    Terlepas dari tim riset, siswa lain juga mengungkapkan bahwa menelusuri lautan itu adalah hal menantangm, inilah yang diakui oleh Desak Ayu Amara Vira Utami (15). “Kegiatan ini engga hanya bersepeda saja namun juga dapat materi plus bisa mengeksplor lautan yang kebetulan aku juga suka dengan pantai,” jelasnya. Tak hanya itu, gadis bertubuh kecil inipun juga mengaku mempunyai pengalaman yang tidak bisa dilupakan di pesisir pantai. “Tadi aku berenam jalan ke pesisir pantai untuk mencari tugas lalu ternyata jalan yang aku lalui itu salah dan membuat aku terpisah dari rombongan tim laut, tapi akhirnya kami bisa bertemu juga,” ceritanya ketika tersesat di pesisir pantai.

     Melihat keadaan ekosistem lautan yang ada di Taman Nasional Bali bagian Barat yang memiiki sejuta biota laut ini mengharapkan masyarakat agar tergerak hatinya untuk menjaga keadaan ekosistem lautnya. “Semoga ekosistem yang ada dilautan sini itu tetap terjaga supaya ketika aku ngambil sampel penelitian air disini masih bagus,” harap Aris. Senada dengannya Agung Oka selaku pemandu pesisir pantai juga mengharapkan ekosistem laut tetap terjaga. “Saya berharap kalau penduduk atau pengunjung tetap menjaga kebersihan laut supaya biota laut tetap bisa tinggal damai di lautan sana”. (sa)