• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Artikel

 Menjelang akhir tahun 2018 jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Bali mengalami penurunan. Lalu bagaimanakah nasib bisnis perhotelan di Bali?

     Biasanya sebagian besar wisatawan mancanegara menghiasi kemeriahan perayaan tahun barunya di Bali yang menjadi salah satu destinasi favorit. Sayangnya tahun ini, jumlah wisatawan mancanegara menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya akibat adanya travel warning mengenai peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung.

    Penurunan jumlah wisatawan mancanegara berimbas pada bisnis perhotelan di Bali khususnya pada tingkat keterisian kamar (okupansi). Dikutip dari liputan6.com, jelang malam pergantian tahun, tingkat okupansi hotel di Bali mencapai 80 persen. Angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sudah mencapai 90 persen. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar hotel di Bali sudah mulai sepi pengunjung dan mengalami kerugian yang sangat besar.

     Beberapa hotel di Bali meminimalkan kerugian dengan cara melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja untuk memaksimalkan biaya operasional. Dengan adanya pengurangan jumlah tenaga kerja ini otomatis tenaga kerja yang diberhentikan sementara waktu atau dipecat kehilangan pekerjaannya yang menjadi sumber untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

    Tak hanya mengurangi jumlah tenaga kerja saja, pihak perhotelan juga menurunkan tarif hotel. Dikutip dari liputan6.com, para pengusaha hotel saat ini tengah berupaya mengerek tingkat okupansi dengan menurunkan tarif hotel sekitar 30-50 persen. Promo ini akan berlangsung hingga Februari 2018. Hal ini dilakukan hanya untuk menaikan jumlah wisatawan mancanegara agar tidak terlalu menurun dari periode sebelumnya.

   Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menarik kembali wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Bali. Salah satunya adalah aksi penggunaan tagar #Baliissave melalui media sosial yang disertai dengan bukti berupa foto bahwa Bali dalam keadaan aman dan masih dapat dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Masyarakat juga memberikan dukungan penuh untuk aksi ini. Semoga dengan adanya aksi ini jumlah wisatawan mancanegara dapat meningkat. (gau)

Pengunjung Lainnya

We have 81 guests and no members online