• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Image and video hosting by TinyPic

Tampak sejumlah siswa siswi SMAN 3 Denpasar memenuhi lapangan Letda Made Pica Sanur (24/12). Lapangan yang semula hening disulap menjadi gemuruh riang. Ada apakah?

      Teriknya sinar mentari sama sekali tak menyurutkan para pejuang gaesma cup Trisma (SMA Negeri 3 Denpasar-red). Tepat pukul 07.15 WITA, pertandingan sepak bola sesi pertama dimulai. Pertandingan tersebut di awali oleh tim 1 yaitu gabungan kelas XII MIPA 4, XII MIPA 6, XI MIPA 4 dan X IPS 1 melawan tim 2 yaitu XII MIPA 7, XII IPS, XI MIPA 7, X MIPA 1 dan X MIPA 2 dengan kemenangan tim 1 3-0 serta sesi kedua dilanjutkan oleh tim 3 yaitu XII MIPA 2, XI MIPA 2, XI MIPA 3, X MIPA 3 dan X MIPA 6 melawan tim 4 yaitu XII MIPA 1, XI MIPA 5, XI MIPA 6, XI IPS dan X IPS 2 dengan hasil akhir seri 2-2.

    Sudah menjadi tradisi, pertandingan sepak bola menjadi salah satu pengisi kemeriahan acara HUT SMAN 3 Denpasar. Gaesma di usia ke-41 Trisma kali ini bertempat di Lapangan Letda Pica Sanur. Walaupun diringi mentari pagi yang menyengat dikulit, babak penyisihan pertama yang memainkan tim 1 dengan tim 2 mampu berjalan lancar dan cukup menarik perhatian warga Trisma. Sama halnya seperti olahraga pada umumnya, sebelum memulai pertandingan para pemain wajib melakukan pemanasan sekitar 10 menit untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Hal ini diakui oleh Ida Bagus Satya Warma Yuda selaku guru bidang penjaskes Trisma “Pemanasan bagi tubuh itu penting karena jika para pemain tidak melakukan pemanasaan ketika pertandingan dimulai pasti akan terkena cidera sehingga mengakibatkan pertandingan tidak berjalan dengan maksimal,” tuturnya selaku wasit Gaesma Cup Trisma. 

    Dibalik kelancaran acara gaesma ada panitia yang gigih mempersiapkan acara tahunan SMAN 3 Denpasar ini. Seminggu sebelum acara Gaesma para penanggung jawab telah mempersiapkannya. Hal tersebut diungkapkan oleh Ida Bagus Ade Dwi Sastra (15), selaku panitia acara Gaesma Trisma. “Kami berkoordinasi satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan yang diperlukan dalam memeriahkan acara ini seperti persiapan lapangan, bola, bendera semapor dan lainnya,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Ade ini. 

     Kendati terbilang lancar, pertandingan ini pun sempat mengalami kendala yaitu pada cuaca, pasalnya ketika awal pertandingan dimulai matahari tepat berada diposisinya dengan menyinari para pemain, namun waktu yang mulai berjalan hingga sampai dimana sesi kedua berlanjut, posisi mentari tergantikan dengan gumpalan awan hitam memenuhi langit lapangan hijau tersebut sehingga mau tak mau pertandingan berlanjut dengan diiringi rintikan hujan, “Hujan tidak mematahkan semangat para pemain, pertandingan itu tetap berlanjut demi memeriahkan acara gaesma ini,” ujar panitia gaesma yang bertubuh jangkung itu. Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu pemain tim 3 yang bernomor punggung 80, Daniel “Turun hujan dalam pertandingan ini malah makin seru ditambah lagi ini kesan pertamaku ikut gaesma, jadinya aku engga mau ketinggalan,” kata siswa kelas X MIPA 6 itu di akhir pertandingan. (mp/sa)

Pengunjung Lainnya

We have 161 guests and no members online