• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Artikel

Image and video hosting by TinyPic

“Kalian harus merasakan apa yang telah kalian perbuat padaku, bahkan lebih dari itu..”

      Salah satu dialog yang diucapkan pemeran utama teater tersebut mampu membuat semua penonton yang berada di wilayah panggung terbuka Ardha Candra Art Centre ini terpukau. Terlihat adegan seorang gadis yang tengah menangis sembari memegang telinganya yang sudah tidak berfungsi lagi dengan tiga orang perempuan yang mengelilinginya dengan wajah tak peduli. Rupanya persembahan Teater Tiga dan Teater Jepun ini tengah memperagakan kegiatan pembullyan/perundungan yang saat ini marak terjadi dikalangan remaja.

    Bully, siapa yang tidak pernah mendengar kata ini. Pada saat ini, kata ‘bully’ sudah terlalu sering berwara wiri ditelinga kita. Bully atau penindasan adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik.

     Ada banyak factor mengapa seseorang melakukan tindakan bullying. Yang pertama bisa karena faktor lingkungan. Melihat orang orang sekitar yang melakukan tindakan bullying kepada orang lain membuat seseorang menjadi seorang pembully. Kedua, yaitu anggapan bahwa dengan membully dapat membuat mereka terlihat kuat diantara yang lemah. Namun sebenarnya menindas orang lain ini dapat dikatakan jauh dari kata pemberani. Mengapa demikian? Coba saja lihat berita berita di media massa, semua pembully tersebut selalu melakukan tindak penindasan secara berkelompok. Bukankah sangat jauh dari kata berani? Mereka hanya bertindak berani jika berada didalam kelompoknya saja.

    Akibat penindasan ini tentunya tidak main main. Beberapa khasus perundungan menyatakan bahwa target bully berakibat luka fisik, dan tekanan psikis. Kedua dampak ini sama berbahayanya bagi korban bully. Terutama tekanan psikis yang bisa membuat korban bully ini menjadi takut untuk bergaul dengan orang lain bahkan menjadi depresi dan dapat berdampak pada keinginan bunuh diri.

     Bagi pembully disarankan untuk mendapat penanganan oleh orang terdekat begitupun para korban bully. Pembully harus diarahkan agar mengetahui kesalahan dan tidak mengulanginya kembali. Begitupula mereka yang menjadi korban, mereka harus ekstra akan perhatian terutama seperti orang tua, keluarga, dan teman agar kelak kejadian ini tidak berdampak buruk bagi psikis nya. Dan hati hatilah, terhadap apa yang kita perbuat dan apa yang kita katakan kepada orang lain karena seringkali kita tidak menyadari bahwa kita ini bisa jadi seorang pembully. Mungkin kita hanya menganggap hal kecil sebagai sebuah candaan, namun tidak tentu diterima sebagai sebuah candaan bagi orang tersebut. (bi)

Pengunjung Lainnya

We have 102 guests and no members online