• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

 Tampak seluruh siswa-siswi SMAN 3 Denpasar berlomba lomba menuju ke kelasnya masing masing dengan pakaian lengkap dan rapi guna mengikuti PAS (Penilaian Akhir Semester) yang diadakan selama dua minggu kedepan, (27/11 s/d 08/12).

      Pukul 07.00 WITA, siswa-siswi SMA Negeri 3 Denpasar tampak mulai memasuki kelasnya masing-masing. Kali ini tampak berbeda dengan hari hari sebelumnya pasalnya mulai hari ini akan dilaksanakan Ulangan Akhir Semester atau yang kini disebut Penilaian Akhir Semester. 

      PAS (Penilaian Akhir Semester-red) yang dilaksanakan oleh SMAN 3 Denpasar berbeda dengan sekolah sekolah lainnnya, dikarenakan PAS SMAN 3 Denpasar dilaksanakan dengan menggunakan soal soal essay. Metode ini digunakan guna meminimalisasi tindak kecurangan yang dilakukan oleh siswa-siswi SMAN 3 Denpasar. Hal ini diakui I Wayan Suana, S.Pd (53) selaku Wakil Kepala Sekolah Trisma (SMA Negeri 3 Denpasar-red) bidang Kurikulum "Kami dari pihak sekolah memang sengaja menerapkan soal essay agar dapat mengukur taraf kognitif siswa serta melatih kemampuan siswa dalam beragumen, dengan ini kami yakin kami dapat menilai sudah sampai mana siswa bersangkutan menguasai suatu materi," jelasnya dengan nada santai. Ia juga menambahkan bahwa kejujuran itu lebih penting dari nilai. "Arti nilai menurut saya itu hanya sebatas taraf mendapatkan angka saja, toh juga nilai tidak dapat menjamin kesuksesan seseorang, yang terpenting itu adalah prosesnya, kita harus berproses dengan jujur niscaya hasilnya juga akan baik," tutur guru bidang studi Bahasa Indonesia ini.

     Penerapan metode essay dalam PAS Trisma mengundang berbagai pandangan dari siswa-siswi SMAN 3 Denpasar. Beberapa dari mereka mendukung metode essay ini. "Penerapan metode essay semacam ini bagus sih dilaksanakan jadi kan siswa tu semakin sulit untuk menyontek dan semua dari mereka mau tidak mau harus belajar biar bisa jawab gak cuma ngandelin orang pinter di kelasnya," ungkap Ayu Laksmi (16) siswi kelas XI MIPA 7 Trisma. Namun berbeda dengan pengakuan Pradipta (16), ia mengakui bahwa metode essay ini tidak efektif karena soalnya mudah bocor. "Menurutku sih, metode essay ini lebih gampang bocor soalnya. terus banyak juga yang udah buat jawaban dari rumah jadinya kan sama dengan mubazir diadakan PAS," jelas gadis yang memiliki rambut panjang ini. Pradiipta juga mengungkapkan rasa kasihannya kepada siswa-siswi yang benar-benar menyaipaknnya secara maksimal. "Ohh ya kasihan juga kan temen-temen yang memang udah belajar maksimal untuk jawab PAS toh juga soalnya udah bocor jadikan nilai mereka sama aja bahkan bisa jadi nilai mereka lebih rendah daripada temennya yang dapat bocoran dan bawa contekan," lanjutnya dengan nada tegas.

     Sejati metode apapun yang digunakan haruslah dikerjakan dengan jujur tanpa menggalakkan kecurangan. "Semua metode sama aja sih sebenarnya, asalkan siswa mengerjakannya dengan jujur boleh boleh saja," jelas I Gede Putu Subratha (59) selaku Waka Humas Trisma. ia juga mengharapkan kedepannya PAS dapat terus ditingkatkan. "PAS kali ini sudah berjalan dengan lancar, semoga saja kedepannya terus lancar bahkan makin sukses kedepannya," tambahnya penuh harap. Selaras dengannya, Waka Kurikulum pun memiliki harapan tersendiri. “Melihat kita sudah memasuki jaman canggih, memiliki laptop dan lainnya. Rencananya pihak sekolah akan melakukan PAS e-learning pada tahun depan seperti yang sudah diterapkan oleh siswa kelas X pada materi ujian PPKN yaitu melalui quipper. Karena hal tersebut juga efektif dalam menghindari kebocoran soal,” tutupnya sembari tersenyum. (mp/sa)

Pengunjung Lainnya

We have 148 guests and no members online