• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Wawancara Transparan

Image and video hosting by TinyPic

“Masalah internet, laptop dan siswa yang tidak mampu bagaimana solusinya?” wajahnya menggebu ketika ditanya mengenai kendala e-learning. Lalu apa sesungguhnya e-learning? Berikut adalah penjelasan I Kadek Janu Wiradi. (19/10)  

Kapan kebijakan ini akan diterapkan dan siapa yang mengeluarkan kebijakan ini?
Kebijakan ini dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Mereka menginstruksikan agar semua sekolah di Bali, wajib memakai sistem pembelajaran berbasis e-learning. Kemudian oleh Gubernur, semua kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dipertemukan untuk membahas hal ini. Senin lalu(16/10), pihak sekolah telah mendaftarkan nama guru-guru agar nantinya bisa membuat kelas secara online. Rencananya, segala proses akan tuntas tanggal 21 Oktober 2017.

Apa yang mendasari dibuatnya kebijakan ini?
Sebetulnya wacana ini sudah ada dari lama, kurang lebih sejak tahun 2003. Namun, saat itu belum terlaksana karena terhambat fasilitas yang belum memadai serta jaringan internet juga masih sulit. Jadi, baru bisa terlaksana sekarang. Dikeluarkannya kebijakan ini didasari oleh kemudahan dalam kegiatan belajar mengajar. Dilihat dari manfaatnya; yang pertama, memudahkan dalam proses belajar mengajar. Ada interaksi antara guru dengan siswa dan tugas guru untuk mengoptimalkan peran siswa. Tidak hanya melalui ceramah atau di kelas, tetapi belajar bisa kapan dan di mana saja.

Bagaimana teknis pelaksanannya?
Pertama tama, guru akan menyusun materi, tugas, dan video di aplikasi bernama ‘Rumah Belajar’. Kemudian setelah daftar, barulah siswa masuk di kelas guru yang bersangkutan. Untuk saat ini, aplikasi sementara yang digunakan yaitu Pusdekom atau Quipper, sambil menunggu “Rumah Belajar” tuntas. Sehingga guru dan siswa bisa saling berbagi materi dengan anak-anak dari sekolah lain.

Apa kendala yang dihadapi?
Selain jumlah laptop dan koneksi internet, kendala lain adalah beberapa guru belum menguasai IT. Terlebih bagi guru-guru yang sudah berumur, perlu proses belajar yang lebih lama. Jadi prosesnya bertahap. Tidak serta merta bisa langsung jadi.

Apa harapan ke depan?
Harapan saya semua guru bisa memakai e-learning dan tentunya pemerintah dapat membantu terutama masalah jaringan internet. Paling tidak dengan menyediakan jaringan internet gratis seperti yang pernah dilakukan di kabupaten Jembrana. Mereka memberikan laptop pada masing-masing siswa. Ya, lihatlah ke bawah realisasinya. Jadi saya harap pemerintah memperhatikan itu. (dm)

Pengunjung Lainnya

We have 141 guests and no members online