• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Image and video hosting by TinyPic

Mimik muka serta paras wajahnya membuktikan bahwa ia sosok yang kuat, tangguh dan tidak pantang menyerah. Berkat kegigihan itulah, segelintir prestasi pun ia sabet sekaligus.

     Guntur, begitulah teman-temannya kerap menyapa. Laki-laki kelahiran 25 November 2000 ini bernama lengkap I Gede Guntur Saputra. Ia merupakan yang tergabung dalam ekstrakulikuler KIR 3 (Karya Ilmiah Remaja–red). Jika ditanya tentang prestasi, laki-laki yang menyukai warna biru ini akan menjelaskan secara detail apa saja prestasi yang ia raih. Hal ini tentu saja membuat dirinya semangat, sebab tujuannya masuk ke sekolah tercinta sudah cukup dari kata terpenuhi. “Jadi awalnya aku masuk SMA 3 ini sih karena pengen ngasi sesuatu ke sekolah selain untuk berprestasi sekaligus juga untuk mengharumkan nama sekolah di nasional.” imbuhnya dengan tegas.

      Memang, sejak masuk di SMA Negeri 3 Denpasar, Guntur awalnya ingin memberikan sesuatu kepada sekolah tercinta. Terbukti, cukup banyak prestasi yang berhasil ia kantongi, diantaranya Juara I LKTIN UII Nasional, Juara 2 Lomba Cipta Karya Analog, Juara 3 Lomba Essay FISIP Universitas Udayana, Juara 3 Debat Avicena Universitas Udayana, Juara 2 LKTI Balai Air Bali Penida hingga Juara 3 Lomba Essay Universitas Hasanuddin. Tentu, di balik segudang prestasi itu, ada ‘harga’ yang harus dibayarnya. Bahkan, pil pahit harus tertelan saat beradu di ajang IT Competition 2017. “Prototype harus dibawa pas hari H, tapi aku dan tim h-1 baru buat. Bener-bener mepet banget waktunya,” ungkapnya dengan lirih. Namun, ia perlahan bangkit dari keterpurukan. Semua terasa lega ketika trofi itu tergenggam ditangannya. “Akhirnya semua gak sia-sia, seneng banget rasanya dan gak nyangka bisa dapet piala gubernur di Politeknik Negeri Bali IT Competition 2017,” kenang siswa kelas 11 MIPA 2 ini.

    Meniti prestasi disela kewajiban sebagai pelajar, membuat Guntur sibuk. Namun, hal itu tidak langsung membuat hati Guntur kandas begitu saja. Meskipun ada saja kegiatan yang berhasil mengusik, tetapi baginya prestasi dan pembelajaran haruslah berjalan seimbang, “Harus pintar ngatur waktu antara prestasi dan kewajiban sebagai pelajar yaitu belajar. Tentu aku harus terus berusaha, karena aku yakin usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil,” ujarnya dengan sorot mata tajam. Satu hal menjadi pijakannya selama ini, sebuah kalimat motivasi yang membangkitkannya untuk meraih prestasi kembali, “Aku selalu berpikir tidak akan pernah takut untuk kalah, karena orang yang berani kalah adalah pemenang sebenarnya,” tutup Guntur dengan yakin diakhir wawancara. (ac)

Pengunjung Lainnya

We have 105 guests and no members online