• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Resensi

Image and video hosting by TinyPic

Judul Novel   : Serendipity 
Penulis          : Erisca Febriani 
Penerbit        : Inari 
Tahun Terbit : November 2016 
Cetakan         : Pertama 
Tebal              : 424 halaman 
Harga             : Rp 89.000,00

      Berbicara tentang kehidupan, roda kehidupan akan selalu berputar. Hidup tidak selalu berada diatas, namun adakalanya hidup berada dibawah. Dimana setiap orang tidak lepas dari yang namanya masalah. Hal ini mendorong penulis best seller Dear Nathan yaitu Erisca Febriani untuk menulis novel keduanya yang berjudul “Serendipity”. Erisca Febriani lahir di Bandar Lampung, 25 Maret 1998. Selain menulis, ia sebagai mahasiswi semester 3 Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Dalam novelnya ia menuliskan bahwa “Serendipity” ini berarti “kebetulan”. 

     Penulis menceritakan tentang hidup Rani, yang berubah setelah ayahnya meninggal dunia karena gagal ginjal kronis. Keluarga Rani memiliki hutang empat ratus juta untuk pengobatan ayahnya. Rani dan ibunya harus bekerja keras untuk melunasi hutang tersebut. Sehingga ia membuat keputusan paling berat dalam hidupnya. Ia terpaksa menjadi lady escort. Setelah pacarnya Rani yang bernama Arkan mengetahui Rani pergi bersama laki-laki lain, ia segera memutuskan Rani. Hal ini membuat Rani sangat terpukul dan tidak bisa menjelaskan kesalahpahaman tersebut kepada Arkan. Setelah hari itu, Arkan membencinya dan lambat laut semua teman-teman dikelasnya juga menjauhi Rani. Hal ini karena Loli menyebarkan foto Rani bersama Om om di hotel. Loli sangat membenci Rani, karena Arkan menolak cintanya dan lebih memilih Rani. Setiap hari Rani dibully oleh teman-temannya terutama Loli. Bahkan sahabatnya Jean pun menjauhi Rani. Rani terancam putus sekolah, karena ia menjadi lady escort. Gibran murid baru dikelasnya, menjadi teman yang selalu membantu Rani saat dalam kesulitan. Gibran diam-diam menyimpan rasa kepada Rani, namun sampai saat ini masih ada Arkan dihati Rani. Ternyata ibu Rani menjadi wanita simpanan ayah Arkan, dan itu membuat kisah antara Rani dan Arkan menjadi semakin rumit. Rani berusaha bertahan dan berdiri menghadapi masalah dalam hidupnya. Pada akhirnya kebencian Arkan lama kelamaan memudar setelah mengetahui kebenarannya yang sesungguhnya. Sehingga, kesalahpahaman terjawab sudah, Rani dan Arkan kembali bersama.

    Sebuah novel fiksi yang menyajikan kisah cinta dan persahabatan yang dapat meluluhkan pembacanya. Kelebihan dari novel ini adalah secara keseluruhan gaya bahasa dikemas dengan menarik, ringan tidak berbelit-belit. Menggunakan bahasa yang santai dan gaya bahasa modern. Sehingga, novel ini direkomendasikan untuk remaja. Selain itu novel ini tidak membuat bosan, meskipun dibaca berulang kali. Ceritanya dapat membuat pembaca hanyut akan kesedihan. Ditambah dengan penempatan setting waktu, suasana dan tempat yang sangat detail dan tepat. Selain itu segi penggambaran karakteristik yang jelas tokoh-tokoh didalamnya, yang membuat pembaca langsung memahami setiap karakter tokohnya. Alur cerita mudah dipahami meski alur maju mundur, dan itulah yang membuat pembaca semakin penasaran akan cerita selanjutnya. Dalam novel ini terdapat kata-kata yang membuat kita terinspirasi untuk semangat, selalu tegar, kuat, dan mandiri dalam menjalani hidup. Selain itu, memberikan inspirasi untuk lebih mengetahui tentang makna persahabatan dan cinta sehingga para pembaca termotivasi agar tidak mudah terbelunggu oleh cinta yang semu. 

     Ada beberapa kutipan yang menarik dari novel ini. “Karena nilai nggak penting Rani, yang terpenting dalam hidup itu adalah bagaimana cara kamu menghargai orang lain, menyebarkan kebahagiaan untuk orang-orang sekitar kamu.” Selain itu novel ini memotivasi kita untuk selalu kuat dalam menjalani hidup seperti dalam kutipan, “Hiduplah seperti bunga dandelion. Dandelion tidak secantik mawar, tidak seindah lili, tidak seabadi edelweis. Dandelion tidak memiliki mahkota yang membuatnya tampak menarik. Dandelion juga tidak sewangi melati. Tapi dandelion adalah bunga paling kuat. Dia tetap bisa tumbuh di antara rerumputan liar, di celah batu. Dandelion terlihat rapuh, tapi begitu kuat, begitu indah, begitu berani. Tidak peduli seberapa hancurnya dirimu sekarang, kamu punya kesempatan untuk mengembalikan kekuatanmu lagi. Seperti dandelion.” Kelemahan novel ini menggunakan bahasa-bahasa remaja saat ini seperti gue, elo dll. Yang membuat novel ini sepertinya dikhususkan untuk kalangan remaja. Dari segi harga novel ini tergolong lumayan mahal. Akhirnya dengan membaca novel berjudul “Serendipity” ini pembaca diajak untuk selalu semangat, tegar, dan kuat menghadapi hambatan dan rintangan dalam kehidupan. Meskipun sebesar apapun masalah yang dihadapi, yakinlah pasti akan ada jalan keluarnya.

Pengunjung Lainnya

We have 407 guests and no members online