• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Terlihat sekumpulan anak SD yang melambaikan tangannya tanda mengisyaratkan untuk memanggil temannya agar duduk di barisan terdepan. "Sini sini," ucap mereka secara beramai-ramai sambil membawa makanan dan minuman. Apa yang sedang mereka lakukan?

    Tak terasa acara bulan bahasa dan expo kewirausahaan sudah sampai pada hari kedua (28/10) yang merupakan puncak dari acara ini. Pada hari kedua, pengunjung lebih tertarik dengan penampilan yang disuguhkan daripada mengunjungi stand yang menghidangkan beraneka makanan dan minuman serta kerajinan yang ditawarkan. Tetapi hal itu tak menyurutkan niat siswa-siswi SMA Negeri 3 Denpasar untuk mengikuti rangkaian acara bulan bahasa yang disertai dengan expo kewirausahaan. Meski waktu pelaksanaan cukup melorot dari agenda, tetapi segerombolan anak SD dengan antusias menunggu hingga acara dimulai. Acara dibuka dengan penampilan yang dipersembahkan oleh para pemenang lomba musikalisasi puisi.

      Matahari semakin meninggi di langit, begitu juga dengan semangat yang menghiasi lapangan upacara SMA Negeri 3 Denpasar. Kehadiran lomba band mengembalikan semangat para penonton yang hilang. Penonton yang berdiri di depan panggung silih berganti menyemangati band yang didukungnya.

     Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini tempat istimewa di depan panggung itu lebih sempit akibat adanya stand yang menghalangi di depannya Hal ini dinyatakan oleh I Dewa Agung Ayu Dharmayuni yang lebih terfokus untuk menonton acara bulan bahasa tahun ini. "Kurang seru gara-gara ada standnya," ujar gadis remaja yang sempat ikut menyemangati band kakak kelasnya itu. "Udah lapangan kita sempit, jadi nambah sempit lagi," tambahnya.

     Hal yang berlawanan dinyatakan oleh Made Ardha Nareswari yang terlihat mondar-mandir dengan membawa nampan berisi minuman di tangannya. Ia mengaku lebih memfokuskan diri untuk berjualan hasil produksi wirausaha milik kelompoknya. "Gak terlalu fokus ke acaranya sih, lebih fokus ke expo," ucapnya di tengah waktu istirahatnya. Pada saat seperti inilah penjual harus aktif untuk menawarkan produk kepada pengunjung yang cenderung pasif mengunjungi stand. Di sinilah kemampuam untuk berwirausaha diasah.

     Agar penonton tak bosan dengan penampilan band, tak lupa diselipkan beberapa acara-acara hiburan. Teater Tiga kali ini membawa pantomim miliknya untuk menghibur penonton. Saat menampilan pantomim muncul, tak lupa I Wayan Suana menyempatkan diri untuk menonton. "Kalau tidak salah pantomim ini sudah pernah ditampilkan waktu makramat," itulah kalimat pertama yang diucapkan dari mulutnya saat melihat penampilan ekstra teater di SMA Negeri 3 Denpasar. Menurutnya masih ada kelanjutan dari pantomim tersebut. Sayangnya hanya ditayangkan sebagian saja sehingga penonton masih terasa ganjal dengan ending-nya.

     Setelah menampilkan band kembali, Sunari Kencana tak mau kalah dengan Teater Tiga. Sudah merupakan sebuah kewajiban bagi kedua ekstrakurikuler ini untuk menampilkan karyanya pada puncak acara. Meskipun memberi awalan yang cukup mistis, tetapi penonton dimanjakan dengan adegan romantis yang diiringi dengan sorakan "ciee" dari para penonton.

    Penampilan band kembali menyapa para penonton. Saat tiba di penghujung acara, matahari sudah tepat berada di atas kepala. Kegiatan ini resmi ditutup dengan acara spontanitas dari kelas XII. Ada satu lagi agenda yang wajib dilakukan oleh para siswa-siswi SMA Negeri 3 Denpasar, meskipun merupakan agenda yang tak tertulis yaitu foto bersama. Kelas XI dan XII terlihat mengabadikan salah satu momen bahagia pada tahun ini.

    Walaupun perayaan bulan bahasa kali ini diikuti dengan penyelenggaraan expo, suasananya memang berbeda tetapi tidak mengurangi makna untuk merayakan hari Sumpah Pemuda. (gia)

Pengunjung Lainnya

We have 62 guests and no members online