• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Artikel

 Secara umum dunia telah melewati empat gelombang perekonomian. Diawali dengan ekonomi pertanian, ekonomi industri, dan ekonomi informasi. Kini memasuki gelombang keempat yakni industri kreatif. Wirausaha memiliki pengaruh penting untuk laju perekonomian. Tetapi nampaknya wirausaha di Indonesia masih minim. Dilansir dari data Badan Pusat Statistik, wirausaha di Indonesia hanya menembus angka 3,10% dari jumlah penduduk.

   Meskipun telah meningkat dari angka mula-mula 1,67%. Rasio wirausaha tersebut belum cukup untuk menggerakkan perekonomian Indonesia. Dibanding dengan negara tetangga, Singapura memiliki wirausaha yang rasionya mencapai 7% dari jumlah penduduk (data Badan Pusat Statistik). Ini akan berakibat pada laju perekonomian Indonesia. Rendahnya wirausaha di Indonesia berdampak pada pembangunan Indonesia. Sebab 25% perekonomian dihasilkan melalui wirausaha.

     Ada dua analisis untuk menafsirkan akar dari problematika ini. Pertama, wirausaha masih dipandang sebelah mata. Sebab, minimnya mindset minat masyarakat mengenai kewirausahaan. Ditambah lagi rasa takut yang berlebihan. Sangat disayangkan, masyarakat terbiasa hanya berpikir lurus. Sebatas ingin untuk menjadi PNS. Terbiasa dicekoki untuk bergabung dalam suatu instansi tertentu, ketimbang memulai sendiri. Ditambah lagi, informasi yang disajikan kurang informatif. Kedua, lemahnya promosi dan pemasaran menyulitkan wirausaha bersaing menguasai pangsa pasar. Membludak pula wirausaha yang terjerumus kedalam jurang ketidakjujuran. Menyalahgunakan kekuasaan yang berakibat fatal. 

    Beranjak dari kenyataan tersebut, selain peran pemerintah, peran pers juga diperlukan. Mengingat fungsi pers yakni sebagai sarana edukasi. Sebagai sarana edukasi pers berkontribusi memacu minat masyarakat untuk bergabung kedalam dunia wirausaha. Seperti menyampaikan peluang-peluang pasar. Peran pers mengubah mindset yang telah tertanam menjadi menumbuhkan jiwa wirausaha kepada masyarakat. Melalui pemberitaan yang bersifat edukatif dan inovatif. Barangkali nantinya masyarakat dapat berpikir lebih merdeka serta tebuka. Tak hanya memfokuskan pada satu titik tuju saja, layaknya PNS. Namun, mampu bersikap mandiri membangun usaha sendiri, tak hanya mengikuti alur instansi. (pey)

Pengunjung Lainnya

We have 124 guests and no members online