• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Tajuk

Sungguh sebuah ironi, negara sebesar Indonesia dengan populasi sebanyak 250 juta namun, jumlah wirausahanya masih rendah.

      Paradigma pun mencuat mengenai Mental SDM Indonesia yang lebih nyaman diupah. Tidak ada tindakan bahkan niat untuk berdikari, terlalu takut untuk keluar dari zona nyaman. Jika terus begini, mana mungkin kewirausahaan menjadi lumbung perekonomian potensial bagi bangsa. Juga tumpu kemungkinan terburuk : terpelanting perekonomian. 

    Syukur pemerintah tidak tinggal diam. AAGN Puspayoga selaku Menteri Koperasi dan UKM pun berani pasang target. Ia menargetkan kewirausahaan di Indonesia akan mencapai angka 5% pada tahun 2018. Jajarannya pun telah berupaya untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan. Kebijakan ekonomi dibuat. Seperti paket kebijakan ekonomi X yang fokus pada perlindungan dan permodalan UMKM. Yang lebih mantap UU Kewirausahaan akan disahkan tahun ini. Belum lagi kewirausahaan kini telah masuk kedalam kurikulum 2013. Ini mengindikasikan betapa pentingnya menumbuhkan mental wirausaha sejak dini. Juga, usaha-usaha ini sudah sepatutnya diapresiasi, meski pelaksanaannya terseok-seok.

   Akan tetapi, untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan bukanlah perkara mudah dan singkat. Butuh waktu dan konsistensi, sebab pemerintah bukanlah kusir yang memegang kendali sendiri. Sejarah membuktikan sebagian besar program pemerintah gagal karena tidak konsisten, program penataan dan pemerataan guru misalnya. Selain itu, ketika usaha demi usaha tengah gencar, pers hendaknya tidak hanya 'duduk manis'. Sebab pers memegang peranan penting dalam menumbuhkan mental kewirausahaan.

    Peran pers yakni mengedukasi, serta sebagai kontrol sosial. Bukan hanya sebatas mengiklankan dan menganggap sudah berkontribusi terhadap kewirausahaan. Melainkan melalui pemberitaan yang mengedukasi, serta memotivasi pembaca untuk berani keluar dari zona nyaman pekerja. Sebab, iklan tidak akan menumbuhkan mental wirausaha. Layaknya kitab, pers harus menjadi sumber kebenaran yang menuntun SDM Indonesia untuk berani berwirausaha, dan berdikari!

Pengunjung Lainnya

We have 72 guests and no members online