• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Image and video hosting by TinyPic

“Khawatir pastinya karena bencana ini, tapi belajar bareng setidaknya dapat buat aku lega sedikit," kalimat itu spontan terucap dari bibir Andien Nikita Tjoantara (16) saat menuturkan motivasinya melanjutkan sekolah.

     Cita-cita, hanya akan menjadi angan-angan jika tidak diikuti dengan doa dan usaha untuk meraihnya, hal inilah diakui remaja kelahiran 21 Februari 2001 silam. Menurutnya, bagaimanapun keadaan yang dihadapinya pendidikan tetap nomor satu. Namun, sementara waktu gadis yang bercita-cita menjadi dokter ini, harus mengenyam pendidikan di sekolah orang lain, SMA Negeri 3 Denpasar (Trisma -red). “Seneng sih, karena gak semua sekolah mau nerima siswa pengungsi.” ujar Andien Nikita (16) saat diwawancarai (26/09).
     Berguru di ranah orang lain, dilakoninya bukan tanpa sebab sumabab. Gadis yang akrab disapa Tata ini, terpaksa pindah haluan dari Amlapura menuju Denpasar pasca Gunung Agung dalam status Awas. Alhasil, Trisma menjadi 'tempat berlabuh' Tata, kini. "Aku milih Trisma karena temen-temen SMAN 2 Amlapura banyak sekolah disini" ucapnya dengan logat khas Karangasem. Siswi kelas 11 jurusan MIPA ini, mengaku kikuk pertama kali menapakkan kaki di sekolah itu. Namun semua terasa lega, ketika warga Trisma menyambutnya antusias. "Pertamanya masuk kelas sih ngerasa asing gitu, tapi setelah lama kelamaan jadi asik, semuanya berbaur,” ungkapnya sambil tersenyum manis.
     Semasa menempuh pendidikan di SMAN 2 Amlapura, periang dan murah senyum acap identik dengan dirinya. Tata pun dikenal sebagai siswa cerdas di sekolah asalnya. Pasalnya cukup banyak prestasi yang berhasil ia dikantong. Mulai dari juara 1 kelas administrasi, juara 2 umum kelas X semester 1 dan 2, hingga juara 2 lomba paduan suara. Meski banyak prestasi telah ditorehkan untuk nama almamaternya, tetapi ia belum puas sampai disini. “Ini masih belum seberapa, semoga kedepannya bisa buat Smanda lebih bangga lagi,” dengan sorot mata sayunya.
     Menjadi pengalaman tersendiri bagi seorang Andien Nikita Tjoantara, menghadapi bencana alam yang dahsyat bahkan menempuh pendidikan di sekolah orang lain, hingga terpisah dari teman-temannya. Namun, berbeda sekolah tak menggoyahkannya, tetap menimba ilmu yang utama. “Semua ini menjadi pengalaman tersendiri bagiku. Semoga kedepannya semua baik-baik aja dan lekas kembali bersekolah di SMAN 2 Amlapura,” harap gadis berkulit putih ini diakhir wawancara. (mp)

Pengunjung Lainnya

We have 84 guests and no members online