• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Semua terlihat gelisah tak bersemangat pasca status "Awas" Gunung Agung sepekan lalu. Tak sedikitpun kepastian yang diterima dari para warga mengenai keadaan terkini dari Gunung Agung (04/10)

      Muka cemas tak bisa disembunyikan oleh para pengungsi pasca status "Awas" Gunung Agung. Mereka datang dari berbagai daerah di Kabupaten Karangasem untuk mengungsi sementara waktu hingga suasana kembali aman terkendali. Sebagian besar dari mereka tampak sangat terpukul akibat peristiwa ini. Bahkan tak jarang pula para pengungsi mengalami depresi ringan. "Ya, mau gimana lagi, ini sudah kehendak yang diatas. Mau gak mau harus dihadapi, pasti ada hikmah dibalik semua ini," ujar Made Alit Sentosa (36) ketika diwawancarai siang (04/10).

     Perasaan yang serupa juga menyelimuti para siswa yang berasal Kota Amlapura, pasalnya mereka harus melanjutkan pendidikannya di sekitar daerah pengungsiannya. Hal semacam ini tentu saja berdampak kurang baik bagi para siswa, dimana mereka harus kembali beradaptasi di lingkungan sekolah barunya. Hal ini diakui oleh Dwi Ary Yasa (16), menurutnya cukup sulit berdaptasi dengan lingkungan sekolah barunya, "Cukup berat sih rasanya sekolah di tempat baru, perlu adaptasi ulang terus juga kangen sama temen-temen. Tapi temen-temen disini baik-baik kok, semuanya welcome," tuturnya dengan nada halus. Ia juga mengungkapkan bahwa para guru di sekolah barunya sangat mengerti dengan dia, "Guru-gurunya pengertian semua, Beliau mau menjelaskan materi pada saya, soalnya kan pelajaran saya di SMAN 2 Amlapura belum sampai di materi ini, jadi saya agak kurang bisa ngikutin," lanjutnya sembari menampakkan senyum manis di bibirnya.
     Hingga saat ini status Gunung Agung masih tetap "Awas" namun belum menunjukkan tanda-tanda akan erupsi secara signifikan. Peristiwa ini jelas menimbulkan tanda tanya besar bagi sebagian orang, Tak jarang dari mereka menghubung-hubungkan kejadian ini dengan dimensi niskala. "Katanya sih nunggu hari baik aja baru meletus," ungkap Kadek Mudita (28) secara singkat. Kendati demikian, Mudita tidak percaya 100% mengenai hal itu, menurutnya walaupun berbagai anggapan telah tersebar luas, namun semua itu tetaplah kuasa Sang Hyang Widhi Wasa. Kita hanya bisa pasrah dan berdoa. "Intinya kita harus iklhas, dan tetap berdoa agar semuanya baik baik saja," tutupnya penuh harap. (mp)

Pengunjung Lainnya

We have 111 guests and no members online