• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Image and video hosting by TinyPic

“Karena biologi itu penuh misteri dan ketika aku berhasil mecahin misterinya, itu wah banget,” ungkap pria asal Jembrana ini dengan penuh semangat.

     Penuh misteri dan teka teki begitulah hal yang terlukis dibenak Bagus ketika menggambarkan mata pelajaran favoritnya sejak kecil. Kendati orang lain menganggap membosankan, tetapi bagi cowok berkulit putih ini biologi memberi ide kreatif dan hal baru untuk terus dipelajari. Siapa sangka kecintaan cowok alumni SDN 20 Pulukan ini terhadap biologi mengantarkan dirinya mengikuti OSN hingga tingkat kabupaten ketika duduk dibangku SMP.

     Bagus Raka Pratama begitulah nama lengkap mahasiswa Universitas Udayana ini. Berawal dari kesukaan terhadap biologi, membulatkan tekad pria kelahiran 29 November 1996 ini memilih jurusan farmasi. “Sebenernya dari SMA pilihanku dua antara kedokteran atau farmasi. Jujur aku orangnya tidak tegaan, apalagi kalau jadi dokter harus berani ngambil resiko karena menyangkut nyawa orang. Dan karena hal itu aku pilih kerja dibelakang layar yaitu jadi apoteker,” curhat cowok yang hobi bernyanyi ini sambil tertawa kecil. Bekerja dibelakang layar menjadi pilihan ketika keinginan tak sejalan dengan hati kecilnya. Walau tak sejalan, tetapi sekarang telah menjadi kewajiban pria berkacamata ini agar angannya menjadi kenyataan.

      Pekerjaan apoteker mengharuskan pria berusia 21 tahun ini berkutik dengan berbagai obat-obatan. Bagus mengaku harus mengikuti banyak praktikum yang menyita waktu bebasnya. “Harus pintar bagi waktu, karena banyak praktikum setiap minggunya. Menyita waktu bersama keluarga sih, apalagi aku merantau disini. Terkadang jadi rindu keluarga di Jembrana,” ujar lulusan SMAN 1 Negara ini, ditengah keringat yang bercucuran. Bagus juga menggungkapkan ketika nantinya ia menjadi apoteker, dirinya ingin mengoptimalkan penggunaan obat tradisional seperti layaknya obat kimia. “Penggunaan obat tradisional itu harusnya dioptimalkan, seperti Bali yang punya Lontar Usada, kearifan lokal mesti dimanfaatkan dengan baik. Sehingga penggunaannya dapat efektif seperti obat kimia,” tutur mahasiswa farmasi semester 5 ini. Perlahan namun pasti dirinya meniti pekerjaan impian. Berawal dari sebuah harapan sederhana seorang Bagus, apakah akan mimpinya akan terwujud atau hanya berhenti sampai disana?(non)

Pengunjung Lainnya

We have 94 guests and no members online