• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Tajuk

Image and video hosting by TinyPic

Indonesia sebagai negara yang dikenal memiliki kekayaan alam beraneka ragam sehingga dinilai sebagai penyedia bahan baku herbal terbesar di dunia setelah Brazil. Di tengah gencar – gencarnya negara barat berupaya memanfaatkan kekayaan alam tersebut, Indonesia justru malah memandang sebelah mata kekayaan alam tersebut. Mengapa demikian ?

     Karena kurang kesadaran dari pemerintah menyediakan fasilitas untuk melakukan penelitian terhadap kekayaan alam di Indonesia. Kurang sadarnya pemerintah tersebut menyebabkan potensi kekayaan alam yang ada diakui oleh negara lain. Setelah pengakuan tersebut pemerintah seakan baru menggencarkan untuk memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Tetapi, usaha tersebut tentu tidak akan berjalan mulus. Mengapa tidak berjalan mulus ? Karena, rasa ingin meneliti untuk membuktikan potensi obat secara ilmiah belum dimiliki oleh masyarakat di Indonesia sehingga obat yang terbukti secara empiris terkendala hanya karena bukti ilmiah.

       Kendala bukti ilmiah tersebut semakin menyedihkan karena APBN minim disediakan oleh pemerintah. APBN untuk penelitian yang sebesar 0,02 % di tahun 2016 diturunkan menjadi 0,09 % di tahun 2017, padahal minat masyarakat terhadap obat tradisional meningkat 9 % pertahun. Mengapa dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap obat tradisional, justru pemerintah menurunkan anggaran untuk penelitian, padahal dana tersebut penting untuk pengujian obat tradisional agar terbukti secara ilmiah. Pemerintah seharusnya jangan mengingkari kewajibannya sesuai dengan Pasal 34 ayat 3 UUD RI yang berisikan “Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”. Itu artinya, pemerintah harus menyediakan fasilitas untuk menguji obat tradisional agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
      Terkait dengan semakin tingginya permintaan masyarakat, mengapa industry obat tidak melirik potensi obat tradisional ? Karena kurangnya pengujian secara ilmiah terhadap obat tradisional. Memang obat tradisional memiliki sifat tertutup yang mengakibatkan sulit berkembang, sehingga sulit diterima oleh kalangan luar terutama ahli kesehatan. Mekanisme kerja obat tradisional tidak terlalu jelas, sehingga kadang kala sulit mengharapkan hasil yang sama jika pengobatan diulang. Namun dengan makin tuanya umur suatu pengobatan makin banyak bukti empiris yang didapat.
      Dengan tuanya umur suatu obat tradisional, dokumentasi sangat perlu dan penting untuk dilakukan. Untuk apa ? Tentunya agar potensi obat tradisional memiliki bukti nyata dan informasi yang akan disampaikan dapat diterima dengan benar.

Pengunjung Lainnya

We have 106 guests and no members online