• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Gugup terganti riang. Bahkan kerap kali disebut ruang pendewasaan, kini kiprah masa lalu terulang kembali. SMP Saraswati 1 berulah lagi, tunjukan eksistensi dalam ajang penelitian (lagi).

      Sempat melorot dari waktu yang telah ditentukan, OPSSH V hari kedua (17/09) tetap terselenggara sesuai rencana. Layaknya agenda, sejak pagi 08.30 peserta mulai memasuki ruangan yang telah ditentukan sesuai bidang lombanya. Terbagi menjadi empat kategori diantaranya sains dasar, sains terapan, sosial humaniora dan KIM (Kompetisi Inovator Muda -red), peserta tampak memadati lokasi presentasi masing-masing. Raut kekhawatiran terlukis jelas diwajah mereka. Perasaan gugup dan takut, menyelimuti para peserta ketika para juri memasuki ruangan. Hal ini diakui Putri Mawarni (14), "Awalnya saya kira jurinya bakal galak, tapi setelah presentasi ternyata jurinya justru ramah dan santai. Cuman pas sesi tanya jawab pertanyaan agak menyudutkan gitu jadi agak takut, " curhat peserta OPSSH bidang sains dasar dari SMP Nusa Dua ini.

      Berbeda dengan Putri yang melakukan presentasi di laboratorium kimia SMA Negeri 3 Denpasar, presentasi bidang sains terapan berlangsung menegangkan. Tidak ada yang berkutik, suasana pun tampak kaku. Kejutan tak henti-hentinya menerjang peserta OPSSH. Manakala peserta yang berhak untuk melaju ke babak presentasi harus menunggu hingga akhir dan rela tidak lolos ketika judul penelitiannya tidak disebut, hal ini diungkapkan Ramaditya Pradnyana (13). Ditengah suasana mencekam, peserta asal SMPN 10 ini mengaku kecewa, dirinya tidak mendapat kesempatan untuk lolos. "Pastinya sedih dan kecewa, tapi mau gimana lagi, yaudah tabah aja cuma bisa nangis dalam hati," tutur siswa yang meneliti sampo antiketombe ini.

      Kendati demikian, OPPSH sebagai ajang penelitian dianggap mutakhir dalam menyalurkan ide kreatif siswa, hal ini diakui salah satu pembina. "Acara ini bagus, karena ide hebat siswa dapat tersalurkan. Tidak hanya menuntut kompetisi dengan sistem undi tetapi siswa dapat ilmu baru yang memotivasinya terus berkarya," ungkap Deny Julyeda (22), Pembina SMP Bintang Persada. Hal serupa juga diungkap I Nengah Muliarta (38) selaku juri bidang sains terapan. Menurutnya ide-ide yang disajikan sudah luar biasa untuk lingkup siswa SMP, meski kurang dalam metodologi penelitian. "Yang tidak lolos jangan berkecil hati teruslah mencoba. Bagi yang nanti berhasil menang jangan puas sampai disini saja, ini adalah awal untuk memulai sesuatu yang baru. Lanjutkan langkah kalian, karena perjalanan masih panjang," pesan Muliarta saat diwawancarai selesai penjurian.

      Waktu telah menunjukan pukul 17.00, sesi penjurian pun telah usai. Selanjutnya siswa diarahkan berkumpul di Workshop untuk mendengar pengumuman. Sembari menunggu pengumuman, acara bebas pun digelar panitia. Diantaranya ada games, akustik, serta video kegiatan OPSSH V yang digelar 2 hari ini. Raut cemas serta tegang peserta, tampak tergantikan dengan tawa canda. Setidaknya acara bebas ini dapat menenangkan mereka menunggu hasil juara nanti.

   Telah tiba dipenghujung acara, penyerahan hadiah pun digelar. SMP Saraswati 1 Denpasar kembali mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu. Dengan memboyong piala bergilir OPSSH ke sekolah mereka tercinta(non/gia)

Pengunjung Lainnya

We have 188 guests and no members online