• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Image and video hosting by TinyPic

 Satu persatu juri mendatangi stand penelitian masing-masing sekolah untuk menilai. Terlihat peserta antusias untuk menjawab pertanyaan juri dengan maksimal demi usaha terbaik untuk almamaternya.

       Teriknya sinar matahari sama sekali tak menyurutkan semangat para peserta OPSSH V (Olimpiade Penelitian Siswa Sains dan Humaniora –red) 2017 untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para dewan juri. Berbagai pertanyaan dilontarkan, mulai tingkat mudah hingga sulit. Bahkan tak jarang dari mereka menguji para peserta dengan pertanyaan yang menyudutkan peserta. Hal ini juga diakui oleh Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya (13). “Tadi tu pas ditanya sama juri sedikit deg-degan sih, apalagi kalau ditanya sama juri yang jam terbangnya udah lama, pertanyaannya suka nyekak gitu deh,” tutur gadis kelahiran Denpasar, 28 Desember 2004 ini. Hal serupa juga diakui Kresna Mahayana (13), menurutnya semua dewan juri menampakkan wajah galak padahal sebenarnya biasa aja. “Jurinya kelihatan galak, tapi pas nanya biasa aja sih. Ooo ya, tadi pertanyaannya cukup sulit sih, tapi syukurnya saya bisa jawab dengan baik,” paparnya sambil tersenyum.

      Tak hanya itu, ruangan Workshop SMA Negeri 3 Denpasar berubah menjadi lautan manusia. Hal itu dikarenakan, banyak siswa-siswi dari berbagai SMP datang untuk memvoting teman-temannya yang tengah berlomba. “Saya sengaja datang kesini untuk vote teman saya, sekalian juga pingin liat-liat pamerannya,” ungkap Anjani Puspita (14). Hal yang sama juga dilakukan oleh siswa-siswi SMAN 3 Denpasar, tak jarang dari mereka mengunjungi ruang Workshop untuk sekedar melihat ataupun untuk mencari inspirasi guna membuat penelitian nantinya yang merupakan syarat kelulusan siswa-siswi SMAN 3 Denpasar.

      Waktu telah menunjukkan pukul 17.00, ini menandakan waktu penjurian poster penelitian dari masing-masing peserta telah berakhir. Tampak raut wajah sumringah dari semua dewan juri, yang memberi isyarat bahwa penelitian dari para peserta sudah masuk kategori baik. “Kebetulan ini pertama kalinya saya jadi juri bidang KIM jadi ini menjadi pengalaman tersendiri bagi saya. Dari semua penelitian yang telah saya nilai, terlihat antusias dari siswa sangat tinggi untuk menjelaskan alat-alat mereka,” jelas I Made Agung Januarta (29) salah satu juri Kompetisi Inovator Muda. Ia juga mengungkapkan bahwa kreativitas siswa-siswi SMP se-Bali telah berkembang semakin inovatif. “Melihat kreativitas anak-anak semakin berkemban, saya berharap nantinya mereka-mereka ini dapat menjadi generasi emas,” lanjutnya dengan santai.

      Bersamaan dengan itu, terlihat pula wajah penuh semangat para pembina dari masing-masing sekolah finalis OPSSH V ini. Satu persatu meninggalkan ruang Workshop SMAN 3 Denpasar dengan memajang wajah puas. “Saya bangga dengan anak-anak didik saya. Apapun hasilnya, yang penting mereka telah berusaha melakukan yang terbaik demi nama sekolah,” ujar guru pembina SMP Widyatmika, Ni Luh Putu Resa saat diwawancarai siang tadi (16/09).

       Dengan berakhirnya agenda penjurian poster penelitian oleh dewan juri, maka berakhir juga agenda acara OPSSH kali ini. Untuk sesi presentasi, tanya jawab, serta pengumuman juara akan dilaksanakan esok hari pada Minggu, 18 September 2017. “Semoga acara besok bisa berjalan lancar bahkan bisa lebih sukses dari hari ini,” tutup Wiramarta selaku ketua panitia OPSSH V 2017. (mp/msk)

Pengunjung Lainnya

We have 68 guests and no members online