• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Image and video hosting by TinyPic

Geraknya tak bertenaga, mencirikan pribadi yang tak berkompeten. Namun saat nalar itu memanas konotasi itu sirna. Ada apa?

 

       Hari itu ia memutar kembali memori kecilnya, manakala dulu menaruh hati pada matematika mengharuskan Anak Agung Ayu Utari Triastari menggambil langkah lebih demi memenuhi hasratnya. “Awalnya biasa aja, tapi setelah bisa menyelesaikan suatu soal aku jadi tertantang dan semakin penasaran,” aku gadis kelahiran satu Juli 1998 saat menggambarkan awal ceritanya. Bukan pribadi yang cepat puas, memang, gadis yang kerap disapa Utari ini memutuskan menambah jam pelajaran matematikanya.

        Setiap detik, setiap hari, kini mulai berlalu. Usia empat belas tahun, gadis yang genap berusia dua puluh tahun ini mulai mengikuti suatu ajang kreativitas. “Waktu itu aku ikut lomba matematika, tapi kalah saat melalui babak semifinal.” tuturnya menerangkan. Meski tidak menang dalam lomba tersebut, tak lekas membuat Utari patah semangat. Lebih-lebih, “orang tuaku ikut mendukung dan selalu memotivasi dalam setiap tindakanku,” ujarnya bersamaan dengan larasnya yang antusias.

      Sering bergelut dengan angka dan logika membuatnya jeli melihat peluang. “ aku sempet bingung mau masuk jurusan apa. Nah setelah dipikir-pikir aku kan udah terbiasa sama Matematika, jadi kenapa gak coba jurusan pendidikan matematika aja,” akunya menjelaskan. Alih alih demikian, keraguaannya berubah pasti, “orang tua adalah alasan aku berani membuat keputusan,” terangnya. Hingga saat ini mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha ini tak habis nalar, panjang akal, ditengah kesibukannya ia menyalurkan ilmunya pada generasi bangsa melalui sebuah bilik pertemuan.

       Karena bagi ‘gadis logika’ ini, apapun ilmu yang kita miliki tak akan berguna jika hanya disimpan sendiri. “Karena aku juga pernah menerima dari orang lain, maka bukan berarti salah saat ingin berbagi. Kita generasi Indonesia harus saling merangkul dan berani bersikap demi Indonesia yang lebih berkualitas.” tutupnya. (ump)

Pengunjung Lainnya

We have 102 guests and no members online