• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Seru, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Trisma (15/07) diisi dengan kegiatan budaya yang dillaksanakan di lapangan SMAN 3 Denpasar. “1...2...3... mulai!seru Phala Suwara (24) selaku pembawa acara. 

 

              Pakaian adat Bali membalut siswa-siswi baru SMAN 3 Denpasar tanpa mengenal perbedaan kepercayaan. Semua berbaur menjadi satu melestarikan kebudayaan Bali. “Kegiatan ini kegiatan keterampilan budaya bukan kegiatan menghindukan,” tegas Phala Suwara (24) selaku salah satu guru SMAN 3 Denpasar yang membawa acara kegiatan budaya pada hari ini (15/07). Semangat terpancar nyata pada raut wajah siswa MPLS, tentunya mereka tidak mau kalah satu sama lain. Semua ingin menang, semua ingin melakukan yang terbaik untuk kelompoknya. “yukkk ee cepet, semangatttt,” seru Saskira Paramitha salah satu peserta MPLS (15) kala itu. “Selesaiiiii yeayyyy,” teriak regu Ksatria diiringi tepuk tangan.

            Pengumuman lomba dibacakan langsung dengan kelompok Jaya sebagai pemenang pertama, juara II oleh kelompok Saka dan juara III oleh kelompok Ksatria. Dengan dibacakannya para pemenang tersebut, menandakan berakhirnya agenda pertama MPLS hari ini. Selanjutnya semua siswa baru bergegas menuju ruang Workshop SMAN 3 untuk mengikuti agenda kegiatan berikutnya. Kegiatan berikutnya akan diisi dengan pemberian materi tata krama oleh Ni Luh B. Kartini (47) selaku guru BK SMAN 3 Denpasar. Beliau menyampaikan tata krama yang harus ditaati oleh siswa-siswi SMAN 3 Denpasar mulai dari cara berpakaian , berprilaku, hingga ketentauan lainnya.Tak lupa juga ia memberi wejangan pada sisa – siswi baru agar tidak mendapat masalah selama bersekolah di SMAN 3 Denpasar. “Taati kalau kamu tidak ingin mendapat masalah di sekolah ini. Sekolah ini punya aturan tersendiri, jadi karena kamu sudah terlanjur nyemplung  disini ya basah sekalian,” tegasnya saat memaparkan materi pagi tadi (15/07).

            Berbeda dengan tahun sebelumnya, saat ini panitia MPLS sudah mengumumkan pembagian kelas dengan menempelkan daftar nama siswa beserta kelas masing-masing pada papan pengumuman. Pada angkatan ke-41 ini, jumlah siswa mencapai 264 siswa dan dibagi atas 8 kelas. Yaitu 6 kelas MIPA dan 2 kelas IPS. Dimana jumlah rata-rata siswa per kelas bervariasi mulai dari kelas MIPA yng berjumlah 34 siswa per kelas dan IPS yang berjumlah 30 siswa per kelas. “Saya bersyukur bisa mendapat kelas sesuai dengan minat saya, jadi gausah ribet-ribet lagi” terang  Sri Wahyuni (15). Hal serupa juga diakui siswi manis asal SMPN 9 Denpasar Rinka Nakagawa (15) yang mendapat kelas X MIPA 4 “Ya syukur dapat kelas X MIPA 4“ ujarnya singkat.

            Dengan ditempelnya pengumuman pembagian kelas maka penutupan MPLS SMAN 3 Denpasar siap dilakukan. Meskipun tidak melalui Upacara Penutupan MPLS, namun sama sekali tidak mengurangi makna pelaksanaan MPLS SMAN 3 Denpasar. Penutupan MPLS Trisma kali ini ditutup dengan pemutaran video kegiatan selama berlangsungnya MPLS yang digarap oleh Tim kreatif bersama Tim Madyapadma Journalistic Park.

            Walaupun Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah berakhir sama sekali tidak mengurangi solidaritas antar siswa baru SMAN 3 Denpasar. Hal tersebut seiring dengan nama angkatan 41 Trisma yakni Prabha Krtha yang berarti kewibawaan taruna muda Trisma yang dapat memberikan pengaruh yang baik dalam proses untuk meraih pencapaian dalam kedamaian. 1...2...3... TRISMA! (msk/mp)

 

 

 

 

Pengunjung Lainnya

We have 47 guests and no members online