• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Ratusan sepeda telah berjejer di lapangan basket SMA Negeri 3 Denpasar. Sepeda berpita tersebut siap menghantarkan siswa – siswi baru SMA Negeri 3 Denpasar menuju ke sebuah panti jompo yang terletak di banjar Biaung (14/07). 

            Bersama dengan datangnya mentari, siswa-siswi baru SMAN 3 Denpasar telah berkumpul di Workshop SMAN 3 Denpasar untuk mengikuti hari ke-3 MPLS Trisma. Seperti yang tertera di agenda kegiatan, hari ini seluruh siswa akan bersepeda sekaligus bersosialisasi ke salah satu panti jompo yang terletak di banjar Biaung. Sebelumnya, seperti biasa seluruh siswa dikumpulkan guna melakukan absensi dan pemberian materi. Pada hari ke-3 ini pemberian materi akan diisi oleh I Wayan Mertana (54) dan pengurus OSIS SMA Negeri 3 Denpasar. Materi yang diberikan yakni tata tertib SMAN 3 Denpasar, program kerja OSIS, serta ekstra kurikuler di SMAN 3 Denpasar. Pada kesempatan ini pula pengurus OSIS memberikan wejangan serta tak lupa berpesan. “Semoga Angkatan 41 Trisma bisa menjadi lebih baik serta dapat mengharumkan nama SMAN 3 Denpasar. Ingat, jangan tiru mana yang tidak pantas, kalian sudah dewasa bisa memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik,” ungkap Putu Riko Ardy Pratama (17) ketika memaparkan materi pagi tadi (14/07). Sesi pertama ini ditutup pukul 07.40 WITA, yang kemudian dilanjutkan dengan pengarahan untuk kegiatan selanjutnya yakni bersepeda menuju panti jompo.

            Kegiatan yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, semua siswa diarahkan menuju lapangan basket untuk mengambil sepedanya masing-masing. Sebanyak 264 siswa akhirnya berangkat menuju panti jompo secara beriringan diikuti dengan panitia guru serta pengurus OSIS SMAN 3 Denpasar. Kurang lebih 25 menit semua siswa tiba di tempat tujuan. “Ini pertama kalinya saya ke panti melakukan bakti sosial. Saya dapat banyak pengalaman melalui kegiatan ini, lebih-lebih caranya kesana asik (bersepeda –red),” ujar salah satu peserta MPLS SMAN 3 Denpasar, Wahyu Sedana (15). Ia juga berharap agar kegiatan seperti ini terus dilalukan bahkan ditingkatkan lagi, “Semoga acara ini bisa terus berjalan bahkan kalau bisa tahun-tahun berikutnya ditambahkan dengan kegiatan bersih-bersih,” lanjutnya sembari tersenyum.

            Agenda semacam kunjungan ini sudah menjadi tradisi SMAN 3 Denpasar. Kegiatan ini juga disambut baik oleh Pengurus Panti Jompo Tresna Werda Wana Seraya. “SMAN 3 udah biasa kunjungan kesini, sudah menjadi keluarga panti ini. Kunjungan ini dapat memberikan rasa kepedulian pada kakek dan odah sehingga dia merasa masih ada yang peduli dengannya,” tutur Wayan Suata (57) selaku koordinator Panti Jompo Tresna Werda Wana Seraya.

            Terlihat beberapa penghuni panti yang sudah lansia sedang berkumpul berbincang bincang, salah satunya adalah Zarima (60) yang berada di panti tersebut karena terlantar di Bandara Ngurah Rai. “Saya sudah 9 tahun disini, awalnya saya ke Bali untuk mencari anak saya tapi karena saya kala itu lumpuh total jadi saya terlantar disana,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Ia juga menuturkan kesehariannya yang menyenangkan sebagai penghuni panti. “Saya senang disni bisa tenang jauh dari masalah. Saya disini seperti raja tinggal makan dan tidur saja. Kalau sehari-hari saya biasanya membuat keterampilan seperti boneka, gantungan kunci, gelang, serta ikat rambut yang nantinya saya jual kepada tamu yang berkunjung,” lanjutnya sambil tersenyum.

            Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu, semua gerombolan peserta MPLS harus meninggalkan Panti Jompo Tresna Werda Wana Seraya untuk mengikuti kegiatan pengenalan staff dan guru SMA Negeri 3 Denpasar. Seluruh siswa sudah siap dengan sepeda masing-masing dan berkumpul dengan kelompok untuk kembali ke sekolah. Sesampainya di sekolah, mereka diperkenankan untuk menyantap makan siang yang telah dibawa berupa nasi yang dibungkus dengan daun. Setelah selesai bersantap bersama, mereka lantas duduk sesuai dengan kelompok masing-masing dan mendengarkan pengarahan lebih lanjut dari Kepala Sekolah, pengarahan tersebut berupa pengenalan lebih lanjut terhadap guru-guru dan staff yang mengajar di SMAN 3 Denpasar. Tak lupa, Ketut Suyastra, selaku Kepala Sekolah SMAN 3 Denpasar memberi pesan kepada para siswa kelas 10 baru, agar senantiasa nyaman di sekolah ini, serta siap dan mematuhi setiap peraturan yang ada.

            Di akhir agenda hari ini semua peserta MPLS menyanyikan lagu Mars serta Hymne SMAN 3 Denpasar. Tampak antusiasme siswa terpampang nyata dengan suaranya yang merdu memenuhi Workshop SMAN 3 Denpasar. “Salam TRISMA!” seru para peserta MPLS sekaligus menutup kegiatan pada hari ini. (msk/mp)

 

Pengunjung Lainnya

We have 144 guests and no members online