• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

 “Datang dan pergi untuk sebuah cita-cita tekadmu suci dan luhur” begitulah petikan lagu yang dinyanyikan merdu oleh siswa-siswi baru SMA Negeri 3 Denpasar di Workshop SMA Negeri 3 Denpasar (13/07).

      Siswa-siswi baru SMA Negeri 3 Denpasar berkumpul di lapangan SMA Negeri 3 Denpasar untuk mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sebanyak 264 siswa sangat bersemangat mengikuti hari ke-2 MPLS yang dimulai dengan kegiatan persembahyangan bersama dan dilanjutkan dengan absensi.

       Pada MPLS kali ini tak jauh berbeda dengan tahun lalu, masih tetap mengedepankan kegiatan indoor tanpa mengabaikan kegiatan outdoor. Adapun kegiatan pada hari kedua MPLS ini yakni pemberian materi mengenai kurikulum yanng diisi oleh I Wayan Suana S.Pd (53). Semua siswa tampak fokus mendengarkan setiap informasi yang diberikan. Di sela-sela pemberian materi diselipkan dengan pemanggilan 5 besar siswa peraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi pada PPDB SMAN 3 Denpasar. “Saya sih gak pintar-pintar banget, paling dikelas cuma dapat peringkat 10 besar gak pernah nembus 5 besar, tapi saya selalu berusaha dengan menyicil setiap materi yang ketinggalan. Kalo cara belajar sih paling Cuma butuh suasana tenang dan fasilitas yang mencukupi.” Aku I Gede Wahyu Sedana (15) saat diminta memaparkan tips belajarnya. “Kalo belajar gak nyampe 3 jam, paling maksimal 2 jam. Oh ya, biasanya kalo udah bosen tuh berhenti aja, lakukan sesuatu yang menyenangkan seperti mendengarkan musik,” lanjutnya.

       Tepat pukul 09.45, seluruh siswa yang mengikuti MPLS diperkenankan untuk beristirahat sejenak sebelum melaanjutkan kegiatan selanjutnya. Kegiatan istirahat ini tak seperti biasanya, sebab siswa dianjurkan membawa makanan alami dari rumah sesuai dengan clue yang didapatkan. Beragam makanan alami dibawa oleh siswa seperti singkong, jagung, telur, tahu, tempe, dan lain sebagainya. “Cukup sulit sih menebak clue yang diberikan, jadi yaaa harus nanyak orang tua. Tadi juga ada temen yang salah membawa makanan,” ungkap Puan Maharani (15) ketika diwawancarai saat istirahat (13/07). Selain itu, siswa juga dianjurkan untuk membawa minum menggunakan botol isi ulang guna meminimalisir limbah plastik.

      Meskipun mengedepankan kegiatan ceramah, hal tersebut tidak memberikan kesan bosan pada siswa. Tampak siswa sibuk mencatat inti materi yang disampaikan sebab nantinya akan diberikan penugasan berupa meresume kegiatan dan materi yang diberikan dalam sehari tersebut. Uniknya, tugas tersebut dikerjakan pada kertas bekas seperti kertas sisa print yang sudah tak terpakai. “Menurutku kegiatan ini tuh efektif diterapkan, soalnya kan dirumah tu banyak ada kertas bekas jadi bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujar Febri Candra siswa asal SMPN 9 Denpasar saat diwawancarai ketika jam istirahat (13/07).

        Menurut Phala Suwara (24) selaku sekretaris pada MPLS kali ini, bahwa penggunaan kertas bekas pada penugasan telah dirancang jauh-jauh hari sebelumnya. “Kami sengaja menerapkan penggunaan kertas bekas untuk membuat tugas agar siswa – siswi SMAN 3 denpasar dapat menghargai barang bekas serta mampu meminimalisir limbah kertas di lingkungan. Selain itu juga untuk membuat gebrakan baru  pada MPLS kali ini,” tuturnya. Mengennai konsepnya sendiri, MPLS SMA Negeri 3 Denpasar tetap mengacu pada peraturan menteri nomor 18 tahun 2016 yang berisikan tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru “Kalo konsepnya sendiri sih mengacu pada dinas, tanpa mengabaikan kesan riang gembira, nyaman, dan memberi rasa keamanan,” lanjutnya ketika diwawancarai siang tadi (13/07).

        Kegiatan hari ke-2 ini ditutup dengan pengumpulan paket yang dibawa oleh masing-masing siswa untuk disumbangkan besok ke Panti Jompo yang besok akan dikunjungi. Sebelum meninggalkan ruangan, siswa – siswi baru seperti biasa diberikan tugas penulisan dan pengarahan mengenai makanan yang harus dibawa esok. Tak luput juga pengarahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan besok yakni kunjungan ke Panti Jompo dengan menggunakan sepeda gayung. (msk/mp)

Pengunjung Lainnya

We have 71 guests and no members online