• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Presslist 8

“MP Cinta ku engkaulah hati ku, MP Cinta ku engkaulah hidup, Selalu jadi nomer satu…” begitulah petikan alunan nada merdu yang bergema di Workshop SMAN 3 Denpasar, Sabtu (22/04)

 

       Lagu yang berjudul ‘MP Cinta Ku’ yang dibawakan oleh Homeband Madyapadma membuka acara Bedah Buku dengan judul ‘Bali Punya Nilai’. Acara yang harusnya dimulai pukul 08.30 WITA ini mengalami keterlambatan sehingga baru dimulai pukul 09.30 WITA. “Tadi nunggu undangannya belum dateng soalnya, tapi akhirnya gak jadi dateng,” aku I Wayan Bagus Perana (17), selaku ketua panitia PRESSLIST 8, yang juga sekaligus menjabat sebagai penulis buku yang akan di bedah. Kendati demikian, tidak menghalangi lancarnya acara ini.

       Buku yang ditulis oleh Perana itu menuai banyak kritik dan saran dari narasumber dan peserta bedah buku. “Bukunya cukup baik, penulis sudah berani mengungkapkan pendapatnya, yang saya rasa temanya jauh dari kehidupan sehari-harinya,” komentar Desak Putu Diah Dharmapatni (25), salah seorang narasumber yang membedah buku dari siswa Madyapadma itu.

      Tidak ada sesuatupun yang sempurna, apalagi dibuat dari seorang pemula seperti Perana ini, walaupun cukup banyak mendapat pujian, masih terdapat beberapa kekurangan yang diungkapkan oleh Diah. “Ya salah satunya itu pendalaman temanya masih kurang, dan pendapat dari segi pandangan yang lain masih kurang, ini masih terlalu mendasar,” jelasnya lagi.

      Mendapat beberapa kritik, tidak membuat sang penulis berkecil hati, malahan itu dipakai sebagai acuan untuk bisa memperbaiki sehingga menjadi lebih baik. “Karena aku kan seorang pemula, jadi dengan adanya bedah buku untuk buku ku ini, aku jadi tau bagian mana yang harus aku perbaiki di waktu mendatang,” jawab perana sembari tersenyum. 

        Pengetahuan ini tidak saja hanya dimanfaatkan oleh Perana saja, namun peserta juga tak mau kalah untuk curi-curi ilmu. “Acaranya ini bagus, apalagi untuk orang-orang yang mau nulis, jadi tau gimana cara buat buku yang bener, banyak hal baru yang didapat disini,” ucap Chandra Rika Kartika (16), salah seorang peserta Bedah Buku yang berasal dari SMAN 2 Denpasar. (git/non)