• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Presslist 8

Image and video hosting by TinyPic

“Siapa kita? Anak Indonesia. Anak Indonesia? Pendidikan yang utama” sekilas terdengar sorak-sorak para peserta petisi ditengah teriknya siang itu, Jumat (21/04).

        Seperti itulah suasana keramaian di lapangan voli SMAN 3 Denpasar tempat diadakannya acara petisi dalam rangka Presslist 8 Madyapadma Journalistic Park. Acara yang satu ini diselenggarakan mulai pukul tiga siang sampai selesai dengan peserta yang tidak dibatasi jumlahnya mulai dari siswa SMP, SMA, hingga Mahasiswa.

      “Awalnya sih ide buat petisi ini bukan ide yang serius. Pas rapat pertama kita kan bingung tuh nyari cara biar bookfair rame, nah kemudian munculah ide nakal untuk buat petisi,” aku Galuh Sri Wedari (17) selaku Koordinator bidang petisi. Setelah adanya ide untuk membuat petisi tentunya seluruh tim Madyapadma Journalistic Park kebingungan untuk menentukan topik yang akan dibahas hingga akhirnya seluruh dari mereka mengeluarkan argumennya, dan disepakatilah topik petisi kali ini yakni ‘Pendidikan’. “Karena semua telah disepakati, mulailah kita bergerak serius ngurus ini itu apalagi masalah pendidikan di Indonesia itu sangat kompleks” lanjutnya.

       Dihadiri beberapa undangan dari Forum Komunikasi Osis SMP dan SMA, serta dari organisasi Duta Anak, acara pembacaan petisi tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu kebanggaan Madyapadma oleh homeband Madyapadma. Terdengar gemuruh tepuk tangan sambutan dari Maetha Maharani selaku MC pada acara tersebut. Selanjutnya diisi dengan penyampaian aspirasi siswa-siswi se-Kota Denpasar.

       “Kita sebagai pelajar tidak boleh hanya mementingkan nilai karena nilai itu bukan segala. Menjadi orang besar itu mudah, tapi menjadi orang penting itu sangat sulit” begitulah paparan aspirasi dari Galuh Sri Wedari (17) saat berbicara di atas podium petisi. Hal senada juga diakui Eka Diana dan Cok Laksmi “Pendidikan kita memang sudah carut marut dan inilah saatnya kita berbenah menuju pendidikan yang lebih baik. Sarana dan prasarana harus bisa merata sehingga tidak menimbulkan kesenjangan diantara para pelajar, lagi satu jangan jadikan nilai segala-galanya.”

       Seperti acara-acara lainnya, Petisi juga memiliki harapan yang sangat besar untuk Indonesia. “Semoga petisi yang kami adakan ini dapat sampai ke Bapak Presiden Joko Widodo sehingga dapat ditindaklanjuti dan menjadikan pendidikan Indonesia lebih baik lagi,” harap Maetha Maharani (17) saat mengakhiri acara petisi sambil tersenyum manis. (msk/mp)