• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

"Bukan aku gak mau berjuang, tapi aku gak enak sama orang tuaku. Di keluargaku lagi kesulitan biaya, jadi gak bisa bantu," isak Cok Istri Putri Krisna Widnyani (16), dengan nada tersengal-sengal, Sabtu (01/04).

 

       Raut sendu jelas nampak di wajah lugu Cok Putri. Padahal, kesempatan untuk membanggakan nama bangsa sudah ada di depan mata. Cok Putri, bersama rekannya, Ni Luh Putu Hardy Lestari (16) dan Ni Nyoman Maylina Triastuti (16), siswa SMAN 3 Denpasar, Bali terpilih mewakili Indonesia dalam ajang lomba I-RYSCE 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Alhasil, kelompok Cok Putri bahkan sempat menyatakan mengundurkan diri. "Aku berusaha mengerti keputusannya, karena gak boleh egois juga. Padahal pingin berangkat bertiga," ungkap Hardy. Beruntung teman-temannya yang terus membujuk sehingga tim Cok Putri bersedia kembali berlomba.

        Sebenarnya, selain tim Cok Putri, ada 4 tim lain dari SMAN 3 Denpasar yang akan berlaga ke ajang Internasional. Diantaranya, tim Apta Prana Mas Erlangga (15) dan Made Fajar Gautama (15) di ajang I-SWEEEP 2017 di Houston, Texas, USA. Ada pula Ni Kadek Adnya Kusuma Sari (17) berlaga di ajang APCYS 2017 di Pokhara, Nepal. Tim Siti Nurmalasari (17) dan I Gusti Ngurah Kusadhara Prema Dyotavaro (17) yang berlaga di ajang ASPC 2017 di Bangkok, Thailand. Serta Tim Vira Niyatasya Shiva Duarsa (16) dan I Nyoman Surya Merta Yasa (16) yang berlaga di ajang yang sama seperti tim Cok Putri, yaitu I-RYSCE 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

       Dana; pokok permasalahan yang membuat mereka cemas dan gundah. "Total dananya untuk semua tim ke lomba masing-masing itu Rp. 209.021.500 dan itu jumlah yang tidak sedikit," papar Surya. "Ya, mau gak mau, kita harus berusaha cari dana. Bikin kampanye, nyari-nyari donatur atau sponsor juga," jelas Vira. Untuk penggalian dana, mereka membuat kampanye bertajuk "Merajut Mimpi untuk Banggakan Indonesia" dalam website: kitabisa.com/bantuilmuantrisma. Vira mengungkapkan, seluruh temannya akan dilakukan apapun demi mendapatkan dana. Terutama untuk tim ke Amerika Serikat (Apta dan Fajar -red), yang harus segera mendapatkan dana untuk berangkat pada awal Mei nanti.

        "Kami sadar bahwa kelompok kami yang paling mepet, dan dananya paling banyak. Tapi, masak iya kita mundur sekarang," ucap Apta. Di dalam benaknya, momen ini bukan hanya diperjuangkan hanya untuk kebanggaan diri sendiri dan orang-orang terdekat semata. Tetapi lebih daripada itu, tujuan utamanya dalah mewujudkan mimpi untuk banggakan Indonesia tercinta. "Kami tidak ingin terjungkal hanya karena dana. Nama Indonesia jauh lebih berharga daripada itu," tutupnya. (Tim MP)

Pengunjung Lainnya

We have 108 guests and no members online