• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Artikel

Penggunaan sosial media sedang mengalami tren di kalangan remaja. Tak hanya remaja, bahkan anak di bawah umur pun sekarang sudah dianggap “biasa” menggunakan social media tanpa diawasi.

 

      Alhasil, kita tidak tau hal apa yang diakses dan hal apa yang terjadi kepada anak tersebut saat sedang bermain social media. Hal ini menyebabkan banyak hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu contohnya adalah cyber bullying. Cyber bullying sendiri adalah tindakan bullying yang dilakukan melalui jejaring social.

       Cyber bullying adalah kasus bullying yang paling banyak terjadi kepada anak dibawah umur. Hal ini karena pelaku bullying merasa lebih nyaman melakukan tindakan bullying di social media. Pelaku biasanya akan menyindir korban, apalagi, kini terdapat social media untuk bertanya kepada akun lain namun kita dapat menyembunyikan identitas dengan anonymous (tidak diketahui –red). Tak hanya seorang diri, tak tanggung-tanggung pelaku juga mengajak kelompoknya untuk melakukan cyber bullying ini kepada korbannya. Hal ini menyebabkan korban tersebut merasa terdiskriminasi oleh lingkungannya.

       Banyak dampak yang bisa terjadi karena cyber bullying tersebut, diantaranya adalah korban yang notabene adalah anak dibawah umur akan merasa didiskriminasi oleh lingkungannya sehingga ia merasa tertekan. Hal tersebut akan menyebabkan masalah psikologis pada anak tersebut. Sehingga anak tersebut akan takut berteman dengan orang baru, bahkan saking tertekannya, mereka akan berpikiran untuk bunuh diri atau menyakiti dirinya sendiri. Selain masalah psikologis, sang anak biasanya akan melakukan ajang “balas dendam” kepada orang lain nantinya sebagai pelampiasan kemarahannya.

       Anak dapat mengakses apa saja dan melakukan apa saja di social media, baik yang benar maupun yang salah tanpa menyaringnya terlebih dahulu dan memikirkan dampak yang akan terjadi. Peranan orang tua tentunya sangat penting dan menjadi solusi untuk masalah tersebut. Orang tua harus mengawasi dan mengontrol anaknya dalam menggunakan social media. Sebaliknya, orang tua yang cuek dan tidak peduli akan membuat sang anak merasa social media-lah tempatnya untuk melakukan segalanya.

Pengunjung Lainnya

We have 122 guests and no members online