• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Artikel

Bak tanaman, yang bila selalu disiram pupuk, tentu akan berkembang makin ‘menjadi’.

 

      Perkembangan kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi layaknya api penyulut untuk menyemai terus pemanfaatan teknologi di masa kini. Namun sayang, keberadaan teknologi yang berkembang pesat serupa ‘serigala berbulu domba’.

       Belum sadarnya generasi muda dalam memanfaatkan teknologi semestinya menjadi ujung pangkalnya. Pasalnya, sudah banyak ‘bertebaran’ kasus-kasus penyalahgunaan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi. Dilansir pada laman liputan6.com tanggal 8 Desember 2013, berita bertajuk “Tujuh Bocah SD Paksa Temannya Foto Bugil di Konsol Game” dan pada tanggal 20 Desember 2013, berita bertajuk “Gawat, Ibu Ajak Putrinya ‘Topless’ di Snapchat”, serta masih banyak kasus lainnya.

       Dampak akut akan merongrong di kemudian hari bila hal terus dibiarkan. Bukan hanya masalah moral dan akhlak, melainkan rembesan-rembesan lainnya berupa kejahatan elektronik (Cybercrime) akan mengintai para penyalahguna teknologi tersebut. Pembobolan data-data privasi lewat jaringan internet, penculikan akibat kerap share lokasi, dan lain sebagainya, adalah contoh-contoh dari cybercrime tersebut. Dimana sewaktu-waktu dampak tersebut akan semakin meluas, seiring menjamurnya inovasi-inovasi dan taktik melakukan kejahatan tersebut. Ujung-ujungnya, generasi muda jadi korbannya.

      Diperlukan kesadaran dari masing-masing individu untuk lebih ‘peka’ menyikapi persoalan ini. Jangan melempar minyak ke dalam api! Segala risiko bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar. Selain itu, pengawasan ketat juga harus dilakukan untuk meredam persoalan ini. Baik penegakan regulasi-regulasi seperti Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang ITE, ataupun regulasi lainnya. Ataupun pengawasan yang diberikan oleh orang-orang terdekat untuk memantau pola penggunaan teknologi yang dilakukan oleh generasi muda. Jangan sampai, akhirnya masa depan bangsa justru ‘tertelan’ oleh cengkraman ‘sang serigala’. (msk/non)

Pengunjung Lainnya

We have 151 guests and no members online