• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Image and video hosting by TinyPic

“Pementasannya gak cocok untuk ikut lomba,” Sekilas kalimat sederhana itu berhasil membuat sebuah petualangan baru dalam hidupnya dimulai. Untuk urusan akting dialah jagonya. Dia bukan artis ataupun pemain drama. Namun, dialah kunci dari suksesnya pementasan tersebut berjalan. Ya, ialah sang sutradara.

        Ni Luh Komang Diah Puspita Dewi adalah seorang siswi yang duduk di kelas 12, SMAN 3 Denpasar. Gadis yang akrab di sapa Diah ini adalah seorang sutradara handal. Diah menekuni bidang teater sudah sejak kelas 4 SD. Ia sempat memperoleh predikat sutradara terbaik dalam ajang lomba Topenk Party, yang merupakan sebuah lomba OPERET se-Bali. Prestasi tersebut diraihnya bukan dengan perjuangan yang cuma – cuma, melainkan dengan usaha dan tekad yang sungguh – sungguh.

       Hambatan demi hambatan ia lalui dengan sabar. Salah satunya adalah ketika ia harus berangkat study tour, namun tiba – tiba sehari sebelum itu, ia harus merombak total naskah drama yang telah ia buat sebelumnya, karena dinilai kurang layak oleh senior - seniornya. “Sehari sebelum aku berangkat study tour, aku disuruh ngerombak total naskah, mana belum packing. Krodit banget deh pokoknya,” seru gadis penggemar warna merah ini sembari tersenyum manis mengingat masa sulitnya.

        Disaat teman – teman lain sedang asyik menikmati perjalanan panjang, lain halnya dengan diah. Berbekal sebuah handphone, ia dengan sabar mulai merombak ulang naskah dramanya di dalam bus yang ia tumpangi. “Jadi selama perjalanan study tour itu, hampir ½ waktu ku, aku buat untuk ngurusin naskahnya dan itu aku ngetiknya di Hp,” tutur gadis kelahiran Denpasar, 10 November 1998 ini. Namun, hal tersebut tidak menurunkan kadar semangatnya.

       Setelah bergutat dengan handpone dan bus selama beberapa hari, akhirnya Diah pulang. Bukanya beristirahat seperti yang lainnya, ia malah sibuk mempersiapkan rekaman untuk teman – temannya. “Malam aku sampai di Bali, dan besoknya aku udah harus nemenin temen - temen ku rekaman untuk operetnya itu,” tuturnya sembari merapikan rambut panjangnya.

      Perjuangannya tidak hanya sampai disana. Setelah rekaman versi sistem kebut semalam itu berjalan, gadis penggemar siomay ini menjalani latihan full seharian dari pulang sekolah hingga jam 10 malam selama 2 minggu. “Aku orangnya nggak galak, cuma gak bisa lama - lama. Jadi semuanya itu harus serba sigap dan cepet, kalau enggak ya aku marahin,” ucapnya sembari tertawa kecil.

         Usaha tidak pernah menghianati hasil, begitulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan kisah dari gadis yang berzodiak scorpio ini. Semua perjuangannya terbayar dengan juara yang diraihnya dalam perlombaan itu, diantaranya: Juara 1 Pementasan Terbaik, Juara 1 Artistik Terbaik, Juara 1 Penataan Musik Terbaik, Juara 1 dan Sutradara Terbaik. “ 4 juara dalam 1 lomba sekaligus, Seneng bangetlah, tapi sempat gak percaya juga hehe,” ujarnya sembari tersenyum bangga dengan wajah berseri – seri.

        “Hal yang kamu pikir kamu gak bisa, kalau udah kamu coba gak akan sesulit dan seseram yang kamu kira,” ujarnya di akhir wawancara. Sesulit apapun cobaan yang ada, dengan keyakinan dan usaha yang tekun, serta tetap berdoa kepada tuhan, pasti akan menemukan cahaya, untuk meraih bintang terangnya. (git)

Pengunjung Lainnya

We have 163 guests and no members online