• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

“Kalo sampe dihapus, sedih juga sih karena mereka itu membantu banget”, aku Ni Putu Maetha Maharani (16). Dirinya mengaku cukup khawatir terhadap perseteruan antara angkutan umum berbasis online dan angkutan umum konvensional, karena satu hal. Pelayanan yang dijanjikan, memuaskan.

 

       Setidaknya hal itu yang dapat dikutip dari pembicaraan Maetha saat setelah menjawab polling yang disebarkan oleh Tim Madyapadma via social media, pada Kamis (23/3). Melalui metode acak sederhana, polling disebarkan kepada 28 remaja. Alhasil ditemukan fakta bahwa jumlah responden yang kadang-kadang dan tidak pernah sekalipun mengunakan layanan angkutan umum online menunjukan jumlah sama yaitu 43%. Kemudian, 15% responden mengungkapkan setuju bahwa angkutan umum online jauh lebih baik daripada angkutan umum konvensional. Sementara 8% responden menyatakan tak sependapat dengan hal tersebut dan 53% lainnya masih ragu-ragu. Menurut pandangan Syarafina Larasati (15) hal ini terjadi karena terkadang pelayanan angkutan online belum dapat memenuhi sepenuhnya keinginan pelanggan, “Seperti salah pesan order makanan, dan lain sebagainya”.

       Menyikapi pemberitaan perseteruan antara angkutan online dan angkutan konvensional, 61% responden masih belum terlalu khawatir. Dan ketika ditanya mengenai solusi untuk mengatasi hal tersebut, 7% merasa perlu tindakan untuk menghapus keberadaan salah satu angkutan, 50% lebih memihak kepada angkutan online untuk menerapkan tarif yang sama dengan angkutan konvensional, 22% ingin pemerintah memberikan sedikit ‘subsidi’ agar angkutan konvensional dapat menerapkan tarif yang sama dengan angkutan online. Dan 21% lainnya memberikan solusi lain, namun tetap berhulu pada keberpihakan ke salah satu kubu.

     Sriwindari Ambarwati (15) mengaku dirinya ingin agar pemerintah bertindak adil terhadap angkutan umum konvensional maupun online agar tak menimbulkan kecemburuan sosial. “Intinya semua transportasi umum itu positif buat masyarakat, jadi buat apa ‘menghilangkan’ apa yang kita butuhkan?”, kata Syarafina. Terkadang secercah aspirasi dapat menimbulkan dampak yang besar. Jadi, mau pilih yang mana? Semua sama saja. (smy)

Pengunjung Lainnya

We have 162 guests and no members online