• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

Kemistisan Tukad Badung akibat mitos Ratu Niang mempengaruhi perilaku masyarakat sekitar untuk tidak membuang sampah ke sungai itu. Namun tak selamanya mitos dapat dijadikan dasar kesadaran menjaga lingkungan. 

       Pelinggih di seberang Pura Beji Sungai Badung dipercaya sebagai griya dari Ida Ratu Niang. Sebagai kawasan suci di Tukad Badung, keberadaan pelinggih ini tetap tidak luput dari sampah-sampah yang hanyut dan menyangkut di badan pelinggih saat hujan deras datang. "Sampahnya itu baju,celana,pembalut, bahkan kondom," jelas Anak Agung Ngurah Gede Agung. Sebagai pengayah kebersihan di Tukad Badung sendiri, ia mengaku dirinya tidak merasa jijik untuk membersihkan sampah itu. Lelaki lanjut usia ini mengatakan hal tersebut merupakan suatu kewajiban bagi dirinya untuk selalu membersihkan sungai yang terletak dekat dengan purinya. 

      Menurut penjelasan lelaki yang kerap disapa Turah Belanda ini, sampah yang ada di aliran sungai Tukad Badung adalah sampah kiriman dari hulu. "Kalau orang di sini gak berani buang sampah ke sungai. Pasti buangnya ke tempat DKP di deket sini. Sampah di bagian sungai ini itu asalnya dari hulu." Turah Belanda juga mengatakan bahwa sebenarnya di hulu terdapat tempat penjaringan sampah. Namun jika hujan deras mengguyur, penjaringannya itu akan dibuka. Sehingga otomatis jadinya sampah akan menuju hilir.

      Berbeda dengan pengakuan salah satu tukang ojek di sana. Tukang ojek ini mengatakan beberapa orang masih kerap membuang sampahnya ke sungai Badung. "Seringnya liat orang-orang hotel sini yang buang. Pokoknya yang buang sampah di sini kadang saja ditegurnya—sesuai dengan 'jabatan' yang dia punya," jelasnya. Ia mengatakan jika posisi orang tersebut penting dalam pengelolaan pasar atau yang lainnya, maka pegawai bawahannya 'bebas' membuang limbah ke sungai. "Pokoknya keadaan sungai di sini ya gitu-gitu aja. Tetap aja kotor meski ada petugas yang bersihin,"akunya pasrah.

     Hal senada dikatakan Anita Kusuma Wardani. Siswi yang bertempat tinggal di dekat Tukad Badung ini mengatakan, keadaan tukad yang penuh sampah menyebabkan air naik hingga tangga rumahnya ketika hujan deras datang. "Intinya, pengen masyarakat itu juga sadar. Kasian juga lihat petugas PU bersihin sungai sendiri," harapnya singkat. (CW)

Pengunjung Lainnya

We have 91 guests and no members online