• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

“Ya biar ada aja kelihatan sibuk gitu,” celetuk spontan laki-laki bertumbuh tambun itu.

 

       Nyoman Satiya Nanjaya Sadha (15), namanya. Julukan ‘gamers sejati’ telah melekat pada dirinya. Tak percaya? Cek saja tas punggung hitam favoritnya. Hampir setiap hari, laptop kesayangan tak pernah ketinggalan. “Kadang berat-beratin tas juga sih”, guyonnya melepas segala tawa dengan suara bass khasnya pada Rabu (31/8) terduduk santai di teras depan Workshop SMAN 3 Denpasar.

       Evan, begitu lelaki itu kerap disapa, yang dulu kerjanya sebatas bermain games. Dirinya bercerita, lewat hobinya berkecimpung di ‘dunia’ ini, membawanya ‘terbang’ menuju ‘angkasa impian’. “Ya dulu aku pernah bikin 2 program aplikasi, Satu tentang mesin absensi, satu lagi tentang penilaian guru”, papar Evan. Terakhir, akibat kiprahnya di dunia teknologi, Evan sempat diundang menjadi narasumber program Talkshow di salah satu stasiun TV lokal.

      Ah, penggunaan teknologi memang tak ada batasnya. Dewasa ini, bibit-bibit ‘melek’ teknologi sudah bertebaran. Bukan hanya Evan, rekan seperjuangannya, Iga Narendra (16) juga ‘bernasib’ serupa. Bahkan, lelaki bertubuh jangkung sudah terpincut lama dengan komputer. “Komputer itu udah seperti jalan hidup!” pekiknya.

      Sayang, tak semua hal dapat berbuah manis. Hukumnya, setiap hal punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Segalanya bebas, bahkan cenderung kebablasan! “Hehehe, iya aku pernah mencontek pakai teknologi handphone, karena kepet dan akses kelewat gampang”, aku Evan sembari tertawa kecil.

      “Entah mengapa, sejak aku mengenal komputer, aku jadi punya ‘sarana andalan’ untuk membuang-buang waktu.” ungkap Iga. Bahkan, kadang Iga juga ‘tersandung’ ke hal yang ‘lain’, “pernah terlalu ‘berlebihan’ search di google” begitu katanya. Belum lagi soal hubungan keluarga yang meregang akibat keasikan bermain komputer.

       Tak hanya secara pribadi, sosok Iga bercerita begitu banyak bentuk penyimpangan aplikasi kemajuan teknologi. “Kadang teknologi tidak disikapi dengan baik. Contohnya itu menyebarkan informasi palsu, bullying dan expose kehidupan pribadi orang lain itu”, paparnya. Bahkan Iga sempat membeberkan, “belum lagi saat MOS, banyak doktrin yang tidak jelas dikirimkan oleh kakak kelas ke adik-adik MOS dan bullying lewat sosial media.”

        Sebenarnya, telah banyak regulasi hukum yang ditetapkan oleh pemerintah terkait dengan penggunaan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi. Sebut saja, Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang ITE, menjabarkan konten-konten yang dinilai illegal antara lain: kesusilaan, perjudian, penghinaan/pencemaran nama baik, pengancaman dan pemerasan pada pasal 27, 28, dan 29 serta akses-akses illegal menurut pemerintah.

     Cok Istri Putri Krisna Widnyani (16) menyikapi persoalan tersebut dengan santai saja. “Kita tidak bisa menyalahkan perkembangan teknologi, karena pada dasarnya orang-orang sekarang gak bisa menggunakan teknologi itu dengan baik.” 

     Ah, serigala berbulu domba, memang! “Balik ke diri sendiri aja sih, sekarang”, ucap Iga merendah. Belajar mengendalikan teknologi, bukan justru sebaliknya. “Biar saling menguntungkanlah”, tutup Evan. (smy)

Pengunjung Lainnya

We have 68 guests and no members online