• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

Kita, kelinci percobaan pemerintah hanya dapat berlapang dada menerima dan melaksanakan kebijakan yang mengatasnamakan UNBK tersebut.

 

       Ujian nasional selalu menjadi perbincangan hangat di kawula anak muda dan tahun ini sistem baru telah diberlakukan. Sejak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran baru terkait ujian nasional 2017, yang berisikan siswa dapat memilih mata pelajaran sesuai lintas minat mereka. Diujian nasional sebelumnya UN ditingkat SMA ada 6 mata pelajaran yang diujikan yaitu matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris ditambah dengan 3 mata pelajaran sesuai jurusan, tetapi pada pelaksaan UN tahun ini hanya satu mata pelajaran jurusan yang diujikan. Untuk jurusan IPS, mereka dapat memilih diantara geografi, sosiologi atau ekonomi. Untuk siswa IPA, mereka dapat memilih antara kimia, fisika ataupun biologi. Dan untuk jurusan bahasa, siswa dapat memilih antara antropologi, sastra Indonesia dan bahasa asing. Walaupun demikian siswa tetap diwajibkan mengerjakan mata pelajaran wajib diantaranya matematika, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. "Di SMAN 3 sendiri memang sudah melaksanakan UNBK ini sejak satu tahun yang lalu. Pelaksanaan ujian tahun lalu memang lebih berat dibanding tahun ini. Ditahun ini pelaksaan UN dipermudah dengan siswa dibebaskan memilih satu mata pelajaran sesuai minatnya, sedangkan 3 mata pelajaran diantaranya matematika, bahasa indonesia, dan bahasa inggris tetap wajib diujikan," ujar Drs. Made Soma Suarthana selaku Wakasek Kurikulim di SMAN 3. Peraturan ini tak hanya berlaku untuk ujian nasional manual menggunakan kertas tetapi juga untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dengan diberlakukannya peraturan baru ini tentunya lebih mempermudah siswa agar siswa lebih fokus untuk memperdalam materi dalam lintas minatnya masing-masing.

         Nilai dibawah standar KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) menjadi ketakutan tersendiri bagi siswa, walaupun UN ini tidak lagi menjadi syarat kelulusan siswa. Ditambah lagi jika di sekolah mereka menggunakan ujian nasional berbasis komputer, para siswa harus lebih menguasai materi. Mengingat UNBK ini menggunakan waktu untuk setiap soalnya, pastinya menambah kesulitan untuk siswa dalam mengerjakan soal. Oleh karena itu, siswa harus lebih ekstra lagi dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional. Terlebih, paket yang didapat berbeda dengan siswa lainnya. Adanya sistem kloter juga membuat siswa khawatir, karena tak mungkin ujian nasional berbasis komputer ini dilaksanakan secara bersamaan karena keterbatasan fasilitas.

      Dari siswa sendiri juga harus mempersiapkan diri lebih matang lagi agar diterima di perguruan tinggi yang diinginkannya, namun tak sedikit juga siswa yang masih belum siap dan khawatir dengan UNBK. "Belum siap sih dengan ujiannya walaupun sekarang sudah dipermudah dengan memilih mapel tapi tetap sama saja menurut saya, dan tentunya butuh persiapan ekstra dalam belajarnya. Persiapannya sendiri dengan latihan soal-soal tahun lalu juga dibarengi dengan pemsor di sekolah," tutur Desni selaku salah satu siswa kelas XII Trisma.

       Walaupun sistem ujiannya berubah dengan hanya memfokuskan pada 3 pelajaran wajib dan 1 lintas minat, tetapi siswa tidak boleh meremehkan dan menganggap enteng mata pelajaran lainnya. Meskipun siswa memilih satu mata pelajaran jurusan, tapi semua mata pelajaran peminatan ini nantinya akan diujikan dalan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional), justru ini yang akan menentukan kelulusan siswa. (non/msk)

Pengunjung Lainnya

We have 82 guests and no members online