• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

“Wanita itu rapuh dan lemah,” sepenggal kalimat itu sudah meresap dipikiran masyarakat. Namun pada masa sekarang, apa masih berlaku?

 

       Wanita adalah mahluk yang amat mulia, lemah lembut dan penuh dengan kasih sayang. Wanita tidak mulu-mulu bergelut dengan bawang atau panci. Tidak ada wanita yang tidak bekerja. Semua wanita pasti mengabdikan dirinya untuk keluarga maupun karirnya.

      Salah satunya, Ida Ayu Anom Swastini S.Farm., Apt. (37) yang bekerja sebagai Apoteker di RSUD Klungkung “Sejauh ini pekerjaan yang saya jalani bisa memberikan kepuasan bathin secara pribadi karena saya dapat mengaplikasikan ilmu yang saya punya,” ujar Dayu Anom.

     Dayu Anom adalah salah seorang wanita yang berhasil di karirnya. Ia memang mempersiapkan dirinya untuk pekerjaannya yang sekarang. “Yang penting ketika saya bekerja, ilmu yang saya pelajari harus nyambung dengan pekerjaan saya, sehingga bisa diterapkan,” akunya.

        Walaupun tengah menjalani pekerjaan yang ia sukai, namun hanya setengah hatinya yang disana. Bukannya tidak suka atau tidak semangat. Baginya keluarga adalah pekerjaannya yang utama. “Buat saya karir adalah nomor sekian, dan keluarga tetap No.1” ujarnya.

        Menjadi seorang ibu yang merangkap sebagai wanita karir bukanlah persoalan yang mudah. Tenaga dan waktu harus benar-benar dibagi dengan cermat agar tidak keteteran. “Walaupun sesibuk dan selelah apapun, pekerjaan rumah tetap yang utama, harus selalu disempat-sempatkan,” ucap Dayu Anom.

        Kesulitan – kesulitan yang ia alami juga tidak terasa begitu berat, karena dukungan yang diberikan oleh suami dan anak-anaknya. Ia mengaku tidak pernah mendapat larangan dari suami untuk bekerja. “Suami saya cuma pesan satu, sesibuk apapun yang terpenting adalah keluarga, jadi saya selalu ingat pesan suami saya itu,” terang ibu dari 3 anak ini.

       Wanita karir bukanlah satu-satunya wanita yang patut untuk dihargai, seorang ibu rumah tangga pun yang keberadaannya kerap disepelekan mempunyai peran yang tidak bisa digantikan “Menjadi ibu rumah tangga itu juga melelahkan, banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukin, kita harus siaga selama 24 jam,” ujar salah seorang ibu rumah tangga, Ketut Karnati (40).

         Menjadi seorang ibu rumah tangga kelihatannya mudah dan santai tapi sebenarnya di balik suksesnya anak dan suami, pasti ada seorang ibu luar biasa yang setia membantu. “Kesuksesan anak maupun suami adalah campur tangan seorang ibu, dalam situasi apapun seorang ibu akan selalu siaga di depan untuk keluarganya,” ungkap Karnati.
Di balik paras ayu dan tutur yang lemah lembut, tersimpan jiwa yang kuat di dalamnya. Seorang ibu tidak bekerja dengan fisik, namun dengan kasih sayang. “Wanita itu berhak untuk berkarya dan berkreasi, tidak hanya laki-laki saja, jangan dipandang sebelah mata,” ucap IB Sugirianta (50), seorang Dosen di Politeknik Negeri Bali.

        Kebebasan dan penghormatan untuk kaum wanita memang sudah sepantasnya digaungkan. Seperti halnya hari Wanita Internasional, yang diperingati setiap tanggal 8 Maret. Hari tersebut bertujuan untuk memperingati wanita-wanita yang berhasil dibidang ekonomi atau politik.

       Apapun yang dilakukan pasti hanya ada satu alasan dibalik itu, keluarga. Yang terpenting dari semuanya adalah keseimbangan antara pekerjaan dan rumah tangga sehingga kebahagiaan dapat terwujud. Semua kegiatan entah itu menjadi ibu rumah tangga ataupun wanita karir adalah pekerjaan yang luar biasa. (git)

Pengunjung Lainnya

We have 100 guests and no members online