• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Senin malam (27/02), pukul 19.00, panggung Ardha Candra Art Center dipadati masyarakat untuk menyaksikan acara Malam Apresiasi Budaya HUT Kota Denpasar ke-229.

 

       Panggung Ardha Candra Art Center (27/02) dipadati masyarakat kendati menyaksikan puncak acara HUT Kota Denpasar. Diguyur hujan, membuat acara terlambat dilaksanakan dari waktu yang telah ditentukan. Malam Apresiasi Budaya merupakan acara puncak digelarnya HUT Denpasar. Dengan melibatkan para musisi Bali dan seluruh seniman kota Denpasar diharapkan dapat menjadi wadah kreatifitas para insan Denpasar sekaligus sebagai hiburan untuk masyarakat yang ikut menyaksikannya. "Perayaan HUT ini, untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa kota Denpasar sedang berulang tahun, jadi perlu ada sesuatu yang wah. Pada pergelaran ini juga menekankan pada pertunjukan budaya lokal. Seperti pengisi acara pun adalah artis lokal Bali juga tamu undangan yang serempak memakai baju endek, " ujar I Wayan Suarsa selaku salah satu panitia pementasan itu.

        Tari Sekar Jempiring yang merupakan bunga maskot Kota Denpasar membuka perhelatan malam itu. Dilanjutkan dengan sambutan dari bapak Walikota Denpasar I.B Rai Dharma Wijaya Mantra. Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa terimakasih kepada masyarakat kota Denpasar atas kerjasamanya bergotong royong dalam membangun Kota Denpasar sekaligus memperkenalkan sistem panggilan darurat Denpasar. "Ibu-ibu bapak-bapak, yang bawa HP silahkan rekam kata kata saya ini kalau perlu dicatat nomor 112 ini adalah emergency call atau “kegawatan darurat’. Jadi untuk seluruh masyarakat Denpasar yang perlu bantuan, misalnya ada ular dirumahnya, perlu ambulan mendadak, atau dalam keadaan darurat lain, tinggal tekan nomor itu. Kesigapannya dalam waktu 15 menit kira kira, dan sudah ada di setiap kecamatan," ujar Walikota Denpasar itu.

     Usai sambutan, dilakukan penyerahan penghargaan kepada para insan berprestasi di Denpasar oleh Walikota Denpasar I.B Rai Dharma Wijaya Mantra, Wakil Walikota I GN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Anggota DPRD Denpasar serta unsur Forum Pimpinan Daerah Kota Denpasar.

    Penampilan pertama dibuka dengan Sendratari yang berjudul "Sutasoma Prama Wisesa". Tari kreasi ini mengangkat pertarungan antara prabhu yang mencari kepala raja yang ke-100 untuk korban. Singkat cerita Prabhu Sutasoma menjadi korbannya. Terjadilah pertempuran hingga Prabhu Sutasoma kalah ditangan Purusadha. Namun ketika Purusadha menelan Prabhu Sutasoma perutnya merasa kepanasan dan diakhir cerita datanglah Dewa Siwa dan Budha untuk menenangkan mereka. Akhirnya Prabhu Purusadha dan Prabhu Sutasoma sadar bahwa mereka satu walaupun dalam sebuah perbedaan seperti Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa.

     Tak hanya tarian Sutasoma Prama Wisesa saja, setelah itu masih ada penampilan tari, yaitu Tari Nusantara. Kemeriahan acara tak terhenti sampai disana, pada malam itu juga dimeriahkan oleh penyanyi kondang Bali, Rai Peni. Ia membawakan beberapa lagu, salah satunya "Takut Jak Bojog".

    Di samping itu penampilan sangat menghibur dibawakan sekaa lawak Celekontong Mas berkolaborasi dengan musisi Bali, Rai Peni, dan Leong Sinatra. Penampilan budaya diakhiri menyanyikan bersama lagu Taksu yang dibawakan Walikota Rai Mantra, Wakil Walikota I GN Jaya Negara serta undangan yang hadir dibarengi dengan letus kembang api memeriahkan puncak HUT Kota Denpasar ke-229, tahun ini. (non/msk)

Pengunjung Lainnya

We have 76 guests and no members online