• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

“Jangan ditiru, karena kalau sekali dicoba, bisa saja menimbulkan keingingan untuk mengulang lagi pada kesempatan berikutnya,” pesan salah seorang pria paruh baya yang berprofesi sebagai guru Trisma.

 

       Begitulah pesan yang disampaikan I Made Gede Sukawijaya, guru mata pelajaran Matematika di SMA N 3 Denpasar terkait aksi anak didiknya beberapa waktu silam. Aksi yang menuai respon negative dikalangan guru ini membuat geram Kepala SMAN 3 Denpasar, Drs. I Ketut Suyastra, M.Pd. Beliau sangat marah ketika mengetahui bahwa anak didiknya, sebanyak 1 angkatan, tepatnya angkatan 39 Trisma (SMA N 3 Denpasar-red) atau siswa kelas 11 membolos pada Rabu (18/01). Hal ini bermula ketika SMAN 3 Denpasar merayakan ulang tahunnya yang ke-40.

          Banyak yang mengeluh lelah setelah hampir sebulan sibuk membagi waktu antara belajar dan mempersiapkan diri guna memeriahkan salah satu acara puncak HUT Trisma, yang sering digadang gadangs sebagai Gelar Budaya. “Bukannya bermaksud nakal sih, cuma kita kan capek juga, soalnya dari kemarin sibuk latihan nari berminggu – minggu, sedangkan di sekolah kegiatan belajar berjalan seperti biasa, ya pengen istirahat aja satu hari,” aku Ni Luh Putu Listyadewi Yurika (16), salah seorang siswi kelas 11 yang ikut berpartisipasi pada acara gelar budaya.

          Melihat anak didiknya berperilaku tak sesuai dengan aturan, pihak sekolah tak tinggal diam, melainkan langsung mengambil tindakan cepat, yaitu dengan memberi hukuman kepada siswa siswi angkatan 39 Trisma. “Jadi kita disuruh buat tulisan 20 lembar, isinya tentang alasan kenapa kita tidak sekolah, dikumpul hari itu juga ke wali kelas untuk diperiksa, lalu di kembaliin lagi untuk minta tanda tangan orang tua dirumah, dan besoknya harus sudah dikumpul lagi,” ujar Putu Trisna Kosala Dewi (16), salah seorang siswi kelas 11 yang turut terkena hukuman karena membolos.

       Kendati demikian, tidak sepenuhnya siswa siswi ini membolos satu angkatan, melainkan ada yang tidak bisa sekolah karena hal tertentu, seperti yang dirasakan oleh Sasanti (16), salah seorang siswi kelas 11 “Awalnya saya tidak masuk sekolah karena sakit, namun karena tidak mengirim surat, jadi kena hukuman juga,” ujarnya.

       Beberapa siswa hanya mengaku ikut-ikutan teman saja. “Ya, ngikutin temen aja sih, kebanyakan mau gak sekolah, yaudah ikut gak sekolah, biar kompak aja. Lagian gak mau kalau belajar sendiri di kelas,” kata Ida Ayu Pradnya Wagiswari (16), siswi kelas 11 Trisma.

         Tidak hanya menuai komentar dari guru guru, melainkan sang kakak, angkatan 38 Trisma juga ikut berkomentar, seperti yang diungkapkan oleh ungkap Fatima Gita Elhasni, salah satu siswi angkatan 38 Trisma. “Ngga enak sih dilihatnya, tapi ngerti juga pasti capek habis sibuk mempersiapkan acara HUT Trisma,” ungkapnya.

           “Iya, saya menyesal,” aku Trisna serta beberapa siswa siswi angkatan 39 Trisma. Semoga, dengan apa yang diberikan oleh pihak sekolah bisa membuat jera dan tidak akan mengulanginya lagi. Gunakanlah kekompakan dan solidaritas dalam hal-hal positif sehingga siswa siswi. Trisma menjadi siswa siswi yang berkarakter, disiplin, dan bertanggungjawab. (git/msk/non)

Pengunjung Lainnya

We have 126 guests and no members online