• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Image and video hosting by TinyPic

“Prittt”, peluit tanda berakhirnya pertandingan hari pertama, Senin (02/1) telah berbunyi. Tampak raut wajah lelah menghiasi wajah para pemain.

 

       Ramainya antusias penonton di Lapangan Masyonet Sanur membuat suasana pertandingan Liga Trisma (GAESMA) berlangsung semakin memanas. Meskipun cuaca kurang mendukung akibat hujan yang turun pada saat pertandingan berlangsung, tidak membuat semangat para pemain pudar. Diawali dengan bertandingnya tim 6 (X MIPA 4, XI MIPA 4, XII MIPA 3, dan XI IPS) melawan tim 3 (X MIPA 2, XI MIPA 5, XII MIPA 2, dan XII MIPA 7), yang membuahkan skor 0-1. Dilanjutkan dengan tim 5 (X MIPA 5, XI MIPA 6, XII MIPA 6, dan XI MIPA 7) melawan tim 2 (X MIPA 3, XI MIPA 3, XII MIPA5, dan X IPS) dengan skor 0-2. Dan yang terkahir yaitu tim 3 melawan tim 4 (X MIPA 1, XI MIPA 1, XII MIPA 1, dan X MIPA 7) dengan skor pertandingan 3-1. Dengan hal ini tim 3 dapat langsung melaju ke babak final yang diadakan di GOR Lila Bhuana pada tanggal 8 Januari nanti.

         Pertandingan tahun ini terasa sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, akibat beberapa kendala, salah satunya masalah biaya. Dulu, biaya yang digunakan didapat dari bantuan komite sekolah, namun pada GAESMA tahun ini biaya murni berasal dari masing-masing tim. “Gaesma kali ini mengalami sedikit penurunan karena jumlah tim yang menurun, sebelumya yang berjumlah 8 tim sekarang hanya berjumlah 6 tim. Sempat juga terjadi keterlambatan para pemain ketika acara akan dimulai”, papar Ida Bagus Made Satya Warma Yuda, salah satu panitia guru. Namun semua itu tak menyurutkan semangat para peserta untuk tetap berlaga.

         Namun lepas dari itu semua, banyak sekali hal-hal positif yang dapat diambil dari kegiatan ini. Salah satunya, tak adanya lagi senioritas dan junioritas, karena dalam satu tim terdiri dari beberapa kelas yang melibatkan kelas X, XI, dan XII yang siap bekerjasama demi meraih kemenangan. “Dengan adanya GAESMA ini, senioritas dan junioritas dapat hilang, anak-anak dapat belajar menerima kekalahannya dan tidak berbesar kepala apabila memperoleh kemenangan, serta dapat menjunjung tinggi sportifitas,” ujar Satya sambil tersenyum. “Untuk GAESMA selanjutnya agar lebih baik lagi dan agar persiapan kedepan lebih matang lagi,” harap I Made Dwi Satria Pramartha, selaku panitia Gaesma, bersemangat. (TIM MP)

Pengunjung Lainnya

We have 157 guests and no members online